Simplicity is not Simple

when a simple thing is not simple as its look

Berani Melompat?

February 1st, 2007

Parkour - melompat dari gedung ke gedung

Semalam saya bermimpi. Mimpi ini terus terpikirkan sampai sekarang. Sebuah mimpi yang saya ngerasa itu sangat nyata. Membuat jantung berdebar-debar, badan berkeringat, dan kasur basah.. Hus.. Bukan basah yang itu, tapi basah karena keringat.

Kali ini mimpi saya bener-bener membuat saya termenung. Apakah arti dari mimpi saya? Ataukah mimpi ini cuma bunga tidur yang terjadi karena pengaruh lingkungan sebelum kita tidur (titiyoni), bisikan setan alias temen sendiri (gondoyoni), atau kah emang petunjuk dari Yang Di Atas (puspotajem)? :-?

Ah bodo. Entahlah, mungkin saya bermimpi ini karena habis ngeliat atraksi Yamakasi, yakni olah raga ekstrim yang lagi populer di Jepang. Yamakasi ini mirip-mirip sama olah raga Parkour di Perancis, tetapi bedanya kalo Parkour mementingkan efisiensi dan kecepatan, sedangkan Yamakasi mementingkan gaya dan style.

Olah raga ini berbasis dari lari dan melompat, atau dalam bahasa Perancisnya disebut l’art du déplacement alias the art of movement kalo dalam Bahasa Jawanya. Yang ekstrimnya lagi, mereka melompat dari berbagai tempat yang ada di sekitar kita, mulai dari gedung, tembok, jembatan, dan sebagainya, dengan gaya melompat yang keren-keren.

Untuk lebih lengkapnya silakan baca tentang Parkour dan Yamakasi.

Read more…

Posted in Matriphedia, Opinion, Personal | 18 Comments »

Invisible to Everyone

January 19th, 2007

Offline Icon

Ada kebiasaan saya ketika menggunakan Yahoo Messenger, yaitu selalu mencentang kolom Sign in as invisible to everyone sebelum login. Bagi saya, being invisible itu nyaman. Terserah mo dibilang pengecut, banci, buat apa login Y!M kalo invisible, dan ucapan mencibir lainnya.

Ada alasannya tentunya. Buat saya, dengan invisible alias ndelik ini, saya merasa nyaman dan ndak merasa terganggu dengan bunyi-bunyi crang-cring-crang-cring itu.

Saya juga suka sekali mengamati siapa-siapa saja yang sedang online, walau mungkin banyak juga yang invisible. Kadang status di Y!M mereka yang unik dan lucu-lucu itu bisa jadi hiburan tersendiri buat saya. Ha namanya juga bangsa makhluk halus dari golongan eblis™, ya pastinya kasat mata.. >:)

Memang, sebagian orang, kehadiran di dunia maya yang ditandai dengan status online di Y!M adalah suatu keharusan bahkan menjadi tuntutan. Bahkan ada juga yang kerjaannya nongkrongin Y!M dan harus senantiasa siap sedia untuk nggedebus, nggambleh pake jari kalo ada apa-apa, yang komunikasinya pake Y!M macam kerjaannya Pakde Nggambleh ini.

La kalo saya? Bisa jadi kegiatan ini malah “mengganggu” aktivitas bekerja sehingga sering muncul istilah, kerjaan mengganggu chatting.. :D

La kalo sampeyan gimana? Lebih seneng nongol di Y!M atau lebih suka bersembunyi di balik status invisible? Alesannya?

Kalo saya sih, sebenernya untuk menghindari dosen saya.. :-S

Posted in Opinion | 28 Comments »

Desain yang Nyaman

November 25th, 2006

Saya tertarik berkomentar dan nggedebus soal desain, setelah membaca komentarnya Mas Raffael di blognya Mbak Tina. Mas Raffael ini mengomentari tentang tata letak layout bikinan Zee-M yang “monoton”.

Di situ, Mas Raffael berkomentar tentang desain Zee-M yang terkesan “monoton”, yaitu selalu dengan 2 kolom dan terkesan hanya ganti image, header, sidebar, font, dan color saja.

Kalo menurut saya, setiap bentuk layout itu ada unsur “psikologis”nya. Halah, nggaya™. Ada yang nyaman menggunakan 1 kolom, ada yang maniak 2 kolom, tapi ada juga yang cinta mati sama 3 kolom. Ada unsur kenyamanan, kebiasaan, dan aksesibilitasnya masing-masing. Kalo saya lebih suka kolom susu.. :-"

Mungkin mbak-mbak di Zee-M memang lebih nyaman menggunakan tipe 2 kolom karena memang menurut pengalaman saya yang jelas-jelas penuh omong kosong dan ra mutu, sehingga ndak layak dipercaya ini, desain 2 kolom yang paling nyaman dan pas. :)

Read more…

Posted in Opinion | 29 Comments »

Menyikapi Idul Fitri Ganda

October 23rd, 2006

Kita semua tahu bahwa Idul Fitri kali ini terjadi 2 perbedaan dalam penentuan 1 Syawal 1427 H. Ini memang bukan yang pertama kali terjadi, tetapi masih banyak dari kita yang belum mengerti betul kenapa hal ini bisa terjadi.

Perbedaan adalah rahmat, tetapi kita harus mengetahui betul dasar dan hukum dari peristiwa ini. Tentu kita dilarang untuk sekedar ikut-ikutan tanpa tahu dasar hukumnya. Ingat, setiap perbuatan kita nantinya akan dimintai pertanggung jawaban, seperti yang tertera pada surat Al Israa’:36:

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.

Saya akan mencoba memberikan sedikit pengetahuan saya tentang hal ini. Semoga setelah membaca postingan saya ini ke depannya kita bisa menyikapi dan memilih yang terbaik menurut kita.

Read more…

Posted in Opinion | 20 Comments »

Ketika Kehilangan Ponsel dan Dompet

October 7th, 2006

Siapa sih yang mau kehilangan? Kita semua tentu ndak mau kehilangan sesuatu, apalagi sesuatu itu bener-bener penting dan berharga. Contohnya saja uang, ponsel, dompet, motor, mobil, surat-surat berharga, dan juga orang-orang yang kita sayangi.

Tetapi bagaimana bila suatu saat kita mengalami kehilangan tersebut? Terutama kehilangan benda yang selama ini dekat dengan kehidupan kita sehari-hari, yaitu ponsel dan juga dompet.

Kebetulan beberapa waktu yang lalu, seorang teman kosan saya mengalami kejadian ini. Dia kehilangan ponsel serta dompetnya, di kosan! Ini peristiwa yang ketiga kali yang menimpa dirinya. Kosan pun heboh, dan kecurigaan terarah pada oknum di luar kosan karena pola dan modus operasinya sama seperti yang pernah ia alami sebelumnya.

Ah, lupakan saja tentang kejadian itu. Yang pengen saya bahas di sini adalah bagaimana jika kita menghadapi kejadian seperti itu.

Read more…

Posted in Opinion | 18 Comments »

OSPEK

August 28th, 2006

Peserta PASCAL 2006

Masa orientasi mahasiswa baru atau yang lebih sering disebut OSPEK udah selesai. Walau namanya bermacam-macam, tapi esensinya tetep sama aja, memperkenalkan lingkungan kampus kepada maba. Kalo di kampus saya dinamakan PASCAL (Pengenalan Kampus Science Awal Kuliah).

Kebetulan di kampus saya kegiatan ini baru aja selesai minggu kemarin. Saya ndak jadi panitia apalagi pesertanya. Saya cuma mau ngomentari ospek tahun ini di kampus saya yang saya bilang, ndak ada gregetnya.

Seperti diketahui, banyak pro-kontra tentang pengadaan ospek ini. Yang pro berdalih bahwa pengenalan kampus sangat perlu diberikan kepada maba, dan yang kontra berpendapat ospek hanya dijadikan ajang perpeloncoan dan kekerasan.

La terus saya ini termasuk yang pro atau kontra? Saya sih pro ospek tapi kontra sama kekerasan dan perpeloncoan. :D Jawaban yang sok diplomatis. Nggaya™ kalo temen-temen saya bilang.

Kalo saya liat di ospek kemarin, dari tahun ke tahun, makin banyak aturan yang “mengekang” panitia dan “memanjakan” maba. Haiya. Tugas yang diberikan harus begini, hukumannya harus begitu, acaranya seperti ini, dan panitia seperti itu. Waah… Ndak asyik menurut saya.

Read more…

Posted in Opinion | 35 Comments »

Wanita dan 2 Anak Kecil di Tirtonadi

August 22nd, 2006

Wanita itu berumur kurang lebih 20-30 tahun. Berkaus oblong kumal sambil menggandeng 2 anak kecil laki perempuan berumur kira-kira 10 tahun. Ketika berdiri di depan kami, si wanita tak segan-segan menengadahkan tangannya kepada kami. Dengan sedikit kaget, saya pun melambaikan tangan menolak dengan halus. Wanita itu kemudian pergi dengan muka yang agak kecut.

Itu pengalaman tadi pagi yang saya alami ketika mengantarkan bude dan mbakyu sepupu saya kembali ke Surabaya, di Terminal Tirtonadi yang pernah dinyanyikan sama Didi Kempot itu. Sebuah pemandangan yang mengusik saya.

Saya pun memperhatikan wanita itu. Seperti ketika di depan kami, wanita itu tanpa segan menengadahkan tangan kepada para calon penumpang lain. Dan reaksi mereka sama, ada yang menggeleng, bahkan cuek tap bergeming. Tidak ada yang memberikan sepeser uang pun kepada wanita itu.

Read more…

Posted in Opinion, Personal | 15 Comments »

Kami Masih Butuh Dukungan

July 6th, 2006

Beberapa waktu yang lalu saya sempet chating sama seorang teman. Dia menanyakan saya sedang berada di mana. “Di Posko”, saya jawab. “Loh? Masih ada toh?”, dia menjawab. “La iya lah. Di sini kan masih recovery”.

Kebetulan semalem, sepulang dari posko saya ketemu Dipto. Kami pun makan bareng di sebuah warung Cap Cay di kawasan Sendowo. Kami pun saling curhat masalah relawan dan tetek bengeknya.

“Wah dab, ternyata jumlah relawan yang masih bertahan jumlahnya tinggal dikit. Dan itu nggak terjadi di posko MIPA saja”, Dipto mulai menumpahkan uneg-unegnya. “Aku benernya masih semangat dan mau membantu sodara-sodara kita. La tapi nek aku terus yang turun tangan, isoh modar aku”, Dipto meneruskan gresulo-annya. “Haiya je. Aku jane yo pengen mbantu, cumak situ tau sendiri toh kondisiku gimana. Selain nyambut gawe yang ndak bisa ditinggal, aku juga masih KKN Tanggap Bencana di posko A11“, timpal saya sambil nyruput Cap Cay rebus yang masih panas giras-giras.

“Harusnya relawan tu ya ada semacam pemberi semangatnya gitu, ben do semangat lagi membantu sodara-sodara kita. La nek mbantu-mbantu terus dan ndak ada yang nyokong, ya bisa mati berdiri”, Dipto kembali menimpali. Saya lalu teringat akan program cash-for-work yang digulirkan UGM sejak awal penanganan bencana yang kemudian memunculkan beberapa kontroversi itu.

Read more…

Posted in Opinion | 24 Comments »

Bintang

July 3rd, 2006

Membaca postingan Kang Mbilung, saya jadi teringat masa-masa indah sebelum terjadinya gempa yang melanda Jogja, 27 Mei silam.

Jadi ceritanya begini. Kebetulan tanggal 24 Mei ada acara syukuran ulang tahunnya HMEI. Gak meriah sih, cuma potong tumpeng aja. Kebetulan karena besoknya (25 Mei) libur memperingati Kenaikan Isa Almasih, si Dipto merencanakan sebuah perjalanan spiritual yang brutal dan penuh intrik, nafsu, dan cinta.. Halah..

Rencana geblek bin nekad ini adalah menginap di pantai. Dan kebetulan pantai yang kita tuju adalah Pantai Parangtritis, yang sempet dinyanyikan oleh Didi Kempot, “nalika udan gerimis rebo wengi malem kemis.. ning ati koyo diiris..” \:D/

Dengan bemodal nekad, kami berenam (saya, Dipto, Tupic, Bayu Arum, Hadi, Kailani) tiduran beralaskan jas hujan di atas penderitaan orang lain pasir Parangtritis yang dingin serta ditemani angin darat yang menusuk kulit. Di sinilah peristiwa perenungan dan spiritual itu kami raih.

Read more…

Posted in Opinion | 29 Comments »

Wangi

June 21st, 2006

Siapa sih yang gak seneng kalo ketemu ama orang yang rapih, bersih, fresh, dan wangi? Hmm.. Pasti pada seneng donk! Apalagi yang ditemui tuh orangnya cakep, dan mempunyai urusan yang penting untuk kita.

Tapi apa jadinya kalo wangi yang disemprotkan itu berlebihan? Bisa-bisa malah bikin mual. Udah gitu bau wanginya aneh nyekrak hidung. Bikin sesak napas aja. Apalagi kita berada di ruangan sempit dan sirkulasi udara nggak lancar. Wah, bener-bener kek di inferno dah!

Mo wangi sih boleh-boleh aja. Tapi jangan minyak wangi seliter diguyur ke tubuh donk! Tau diri juga geeh.. Apalagi pas ujian tadi, udah pusing liat soal, ruangan sempit, AC hidup, so sirkulasi udara gak lancar, ditambah bau parfum yang bujubuset menusuk hidung. Bikin eneg aja pagi-pagi. :-& Siapa sih yang pake minyak wangi kuntilanak itu? 8-x

Pake parfum tu mbok yang secukupnya aja. Gak perlu pake parfum yang dari jarak 10 meter udah kecium baunya. Pernah tu pas naek motor, di depan ada cewek naek motor. Buset dah, kita dari jarak 10 meter aja udah kecium baunya. Udah gitu, baunya aneh pula. Kek bau kuburan. Masak cewek seksi, bahenol, baunya kek kuburan sih?

Wah.. Bisa bikin kecelakaan lalu lintas tuh! Kok bisa? La yang naek motor di belakangnya pada nutup hidung? =))

Wah.. Jan.. Mending yang wajar-wajar aja deh!

Posted in Opinion | 14 Comments »