February 1st, 2007

Semalam saya bermimpi. Mimpi ini terus terpikirkan sampai sekarang. Sebuah mimpi yang saya ngerasa itu sangat nyata. Membuat jantung berdebar-debar, badan berkeringat, dan kasur basah.. Hus.. Bukan basah yang itu, tapi basah karena keringat.
Kali ini mimpi saya bener-bener membuat saya termenung. Apakah arti dari mimpi saya? Ataukah mimpi ini cuma bunga tidur yang terjadi karena pengaruh lingkungan sebelum kita tidur (titiyoni), bisikan setan alias temen sendiri (gondoyoni), atau kah emang petunjuk dari Yang Di Atas (puspotajem)? 
Ah bodo. Entahlah, mungkin saya bermimpi ini karena habis ngeliat atraksi Yamakasi, yakni olah raga ekstrim yang lagi populer di Jepang. Yamakasi ini mirip-mirip sama olah raga Parkour di Perancis, tetapi bedanya kalo Parkour mementingkan efisiensi dan kecepatan, sedangkan Yamakasi mementingkan gaya dan style.
Olah raga ini berbasis dari lari dan melompat, atau dalam bahasa Perancisnya disebut l’art du déplacement alias the art of movement kalo dalam Bahasa Jawanya. Yang ekstrimnya lagi, mereka melompat dari berbagai tempat yang ada di sekitar kita, mulai dari gedung, tembok, jembatan, dan sebagainya, dengan gaya melompat yang keren-keren.
Untuk lebih lengkapnya silakan baca tentang Parkour dan Yamakasi.
Read more…
Posted in Matriphedia, Opinion, Personal | 18 Comments »
August 11th, 2006
Pada tanggal 8 Agustus 2006 lalu, Dikti meluncurkan sebuah program baru yang diberi nama INHERENT (Indonesian Higher Education Network). Peluncuran ini dilakukan dengan mengadakan teleconference antar 16 perguruan tinggi di Indonesia. Program INHERENT ini sendiri bertujuan menghubungkan 32 perguruan tinggi di Indonesia secara virtual.
Dengan menggunakan backbone jaringan fiber optik STM-1 berkapasitas 155.52 Mbps, jaringan ini menghubungkan node-node utama di pulau Jawa, yaitu Dikti, UI, ITB, Undip, UGM, ITS, dan Unibraw.
Dengan adanya INHERENT ini diharapkan bisa digunakan untuk mengadakan kuliah jarak jauh (distant learning) selain untuk teleconference antar universitas. Selain menghemat waktu, INHERENT juga menghemat biaya yang dibutuhkan untuk berkomunikasi satu sama lain, demikian papar Direktur Jenderal Dinas Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), Satryo Soemantri.
UGM sendiri berperan sebagai fasilitator perguruan tinggi lain di daerah DIY untuk dapat terhubung ke jaringan ini sehingga nantinya seluruh perguruan tinggi terhubung online seluruh Indonesia.
Akhirnya bisa donlot dengan mudah, cepat, dan nikmat!

Posted in Matriphedia | 10 Comments »
July 22nd, 2006
Cukup! Saya sudah muak dengan hoax yang memenuhi inbox saya. Sebenernya ini mungkin udah basbang, tapi saya tetep mo posting hal ini karena hal ini “cukup aktual” untuk diangkat..
FYI, don’t miss out the greatest opportunity. Planet Mars will be the brightest in the night sky starting August. It will look as large as the full moon to the naked eye. This will cultimate on August 27 when Mars comes within 34.65M miles of earth. Be sure to watch the sky on August 27 12:30 am. It will look like the earth has 2 moons. The next time Mars may come this close is in 2287. Share this with ur friends as NO ONE ALIVE TODAY will ever see it again…
Hm..
Coba baca kalimat yang saya bold-kan. Mars segede bulan? 
Ya. Mars memang mendekati bumi karena Mars dan bumi sama-sama mengelilingi matahari pada orbitnya. Orbit bumi dan Mars sama-sama lonjong (elips) sehingga ada kemungkinan saling mendekat.
Tapi plih des!! Kejadian ini udah berlangsung 3 tahun yang lalu! Dan lucunya lagi, gedenya segede bulan? Coba deh, yang bikin isu itu minum obat panu dulu dah!
Jarak bumi ke bulan adalah 2,413,402 km, sedangkan bumi ke Mars adalah 227,936,637 km. Jarak bumi ke Mars adalah 95 kali jarak Bumi ke bulan! Diameter Mars adalah 6,804.9 km (0.533 diameter bumi) sedangkan diameter bulan 3,476.2 km (0.273 diameter bumi). Secara logika, mana mungkin Mars bakalan kelihatan segede bulan? Sedeket-deketnya Mars dengan bumi, Mars cuma keliatan seperti titik yang terang doank!
Mendekatnya Mars ke bumi diperkirakan terjadi pada tanggal 28 Agustus 2287. Ndak percaya? Silakan baca artikel ini.
Hoax memang menyebalkan. Bahkan kita bisa dengan mudah membuatnya. Tetapi bila kita mendapat hoax, ada 3 pilihan yang bisa kita lakukan.
- Meneruskannya. Selamat! Anda adalah orang bodoh yang kesekian yang tertipu!
- Mendiamkan saja. Terima kasih karena anda telah ikut menghentikan hoax ini.
- Menginformasikan kepada pengirimnya. Ini akan lebih baik dan semoga amal baik anda diterima oleh Yang Di Atas.
So? What do you choose?
Posted in Matriphedia | 25 Comments »
June 29th, 2006
Saya tergelitik ketika membaca beberapa komentar pada postingan saya tentang layout baru ini. Ada beberapa yang mempermasalahkan tentang warna dasar yang saya gunakan, pink alias merah muda. Apakah ada yang salah? 
Pink. Sering diidentikkan dengan warna cewek, dan gak cocok dipakai oleh para cowok. Dan ternyata masih ada warna lain yang seakan sudah menjadi ciri khas tertentu, misalnya ungu warna janda, dan sebagainya. Saya kadang berpikir, emangnya warna punya jenis kelamin, sehingga bisa disebut warna cewek/cowok atau janda/duda?
Saya sih gak masalah dengan warna apa saja. Selama itu nyaman dan enak dipandang mata, saya suka. Entah itu kuning, ijo lumut, biru laut, biru donker, merah darah, coklat tanah, terserah. Yang penting perpaduannya pas dan nggak bikin mata sakit.
Saya kadang sebel kalo pas liat-liat halaman Friendster, yang kini sudah memiliki fasilitas mengubah tampilan via CSS sehingga pemilik FS bisa memodifikasi tampilan FS-nya sesuai selera, berwarna menyolok mata dan perpaduan warnanya gak jelas. Hitam ketemu biru tua, merah ama kuning, putih ama abu-abu, belum lagi kalo si pemilik FS memasang background berupa gambar gede yang membuat semakin gak jelas tampilannya. Boro-boro mo ngebaca profil, ngeliatnya aja udah males.
Read more…
Posted in Matriphedia | 16 Comments »
May 16th, 2006

Menyusul kabar meletusnya Merapi, sekarang lagi hangat-hangatnya dibicarakan tentang awan panas yang lebih dikenal dengan wedhus gembel. Ya, awan panas yang dihasilkan oleh gunung berapi ketika erupsi alias meletus. Konon awan panas ini lebih berbahaya daripada lava ataupun lahar yang dikeluarkan oleh gunung berapi.
Saya sedikit penasaran dengan istilah wedhus gembel yang menjadi sebutan untuk awan panas yang disemburkan oleh Merapi. Padahal istilah wedhus dalam Bahasa Jawa berarti kambing atau domba, dan gembel berarti gelandangan atau tunawisma. Bisa juga gembel berarti gimbal. Dan setau saya juga, wedhus gembel adalah sebutan untuk domba. Bahkan menurut Mbah Marijan, kata wedhus gembel merupakan kata yang terlarang untuk Merapi.
Mengutip dari Wikipedia:
Awan panas (ledakan freatik atau ultravulcanian eruptions) terjadi bila magma yang sedang naik menyentuh air tanah atau air di permukaan bumi. Suhu tinggi dari magma (dari 600°C sampai 1.170°C) membuat air langsung menguap dan terjadi letusan uap, air, debu, batu dan volcanic bomb.
Read more…
Posted in Matriphedia | 24 Comments »