Simplicity is not Simple

when a simple thing is not simple as its look

Jeng-jeng Solo City

January 29th, 2007 - Adventure - Give Comments

Welcome to Solo

Beberapa hari ini saya merasa kurang enak badan. Sering sakit-sakitan, pusing, rambu rontok, bibir pecah-pecah, dan susah buang air besar, halah.. Penyakit lama saya kumat lagi semenjak saya mengurangi aktivitas dolan dan jalan-jalan saya. :-< Ya, saya terkena penyakit Kurang Dolan!!

Menyikapi hal tersebut, saya pun berencana untuk dolan ke Semarang hari Sabtu (27/1) kemarin. Akan tetapi rencana tersebut tidak jadi terlaksana, padahal saya sudah menghubungi dedengkot-dedengkot Loenpia untuk menjadi guide saya selama di Semarang. :D

Wee la dalah, ternyata pada hari itu si Kenz hendak merayakan kelulusannya (congrats!) dengan mengajak rekan-rekan CahAndong berpesta durian di kawasan Kotabaru. Selain itu pertimbangan saya yang lain adalah kondisi keuangan yang lagi krisis karena habis dirampok. Dan berawal dari pesta durian itulah muncul ide untuk menjelajahi Solo. Mo tehe? :D

Seperti yang sudah saya ceritakan di atas, atas usulan beberapa rekan, akhirnya diputuskan bahwa kita akan melakukan jelajah Solo. Solo atau sering disebut dengan nama Surakarta ini merupakan kota tempat saya, Adi, dan Dipto dibesarkan. Apalagi ada tamu dari Semarang yang datang dan eblis bedebah yang itu pengen banget berkunjung ke Kraton Solo. Akhirnya keputusan untuk jeng-jeng ke Solo pun ditetapkan.

Hari Minggu (28/1) pagi peserta tim jeng-jeng yang terdiri dari saya, eblis busuk, Kang Wedhouz, Tupic, dan Kailani berangkat dari kosan saya sekitar jam 7.30. Setelah melakukan ritual take-pictures, kita orang sarapan dulu di tempa langganan Tupic membeli gudeg, yaitu Gudeg Bu Ning di kawasan Gayam.

Tim JJ sebelum berangkat

Tim JJ sarapan gudeg

Setelah kebutuhan logistik terpenuhi, jam sekitar jam 8.00 tim pun berangkat langsung menuju Solo. Dalam waktu satu jam, tim pun tiba di Solo dengan selamat. Strategi dan rencana pun disusun. Obyek pertama yang akan kami serang adalah museum tertua di Indonesia, yaitu Museum Radya Pustaka. Untuk liputan lengkap tentang museum ini, silakan dibaca di blog CahAndong berikut ini.

Tim JJ di Radya Pustaka

Puas menikmati wisata kebudayaan di Radya Pustaka, tim pun melanjutkan jeng-jeng ke Kraton Surakarta Hadiningrat. Hehe.. Terakhir saya mengunjungi museum ini kalo ndak salah ketika saya masih duduk di bangku TK! :D

Kraton ini merupakan “kakak” dari Kraton Yogyakarta, tetapi ada perbedaan yang cukup mencolok, yaitu tradisi dan sifat Kraton Surakarta yang “lebih tertutup” daripada Kraton Yogyakarta.

Nuansa mistis dan “hawa-hawa lain” juga lebih terasa di Kraton Surakarta ini daripada di Kraton Yogyakarta. Apalagi kraton yang memiliki 2 raja yang sampai sekarang masih terjadi perdebatan, yaitu Paku Buwana XIII Hangabehi dan Paku Buwana XIII Tedjowulan.

Kori Kamandungan salah satu bagian Kraton Surakarta

Untuk masuk, kita harus membayar tiket seharga Rp. 4.000,00 per orang dan bila kita membawa kamera maka kita dikenai biaya kamera sebesar Rp. 2.000,00 per kamera. Kami masuk melalui pintu timur yang langsung masuk menuju kawasan museum. Di museum ini terdapat berbagai benda yang tentu saja milik Kraton Surakarta.

Tim JJ di depan patung Paku Buwana X

Tim JJ di ruang museum penyimpan kereta

Dari beberapa ruangan di museum ini, saya merasakan suatu “hawa berbeda” di ruang yang menyimpan tandu, tempat sesaji, dan alat transportasi tradisional yang dipanggul oleh prajurit kraton ketika putri raja bepergian. :-S

Cukup kleniknya. Di lokasi museum ini terdapat pula sepasang sumur yang bernama sumur sembilan. Konon bagi yang meminum air ini, maka keinginannya akan bisa terkabul. Sayangnya saya ndak minta air ini, la siapa tau setelah minum air ini saya bisa cepet lulus? :-?

Menuju ke barat museum, kita akan memasuki wilayah keraton. Bagi pengunjung yang menggunakan sandal wajib melepas sandalnya (nyeker), sedangkan bagi pengunjung yang menggunakan sepatu diperbolehkan tetap menggunakan sepatunya.

Akan tetapi, di dalam wilayah ini kita tidak dapat memasuki wilayah kraton lebih dalam. Kita hanya boleh masuk ke halaman di depan Pendapa Agung Sasanasewaka. Di sini kita bisa melihat pendapa tempat di mana acara jumenengan alias peringatan ulang tahun kenaikan tahta raja biasa diadakan. Pendapa ini tidak boleh dimasuki oleh para pengunjung untuk menjaga kesakralannya.

Tim JJ di depan Pendapa Agung Sasanasewaka

Pendapa ini pernah terbakar hebat pada tahun 1985, tetapi uniknya dengan bantuan para arsitek dan bimbingan para sesepuh kraton, pendapa ini bisa kembali berdiri tepat seperti saat sebelum terbakar, padahal tak ada blue print atau rancangan arsitektur yang tertulis. Semua berdasarkan ingatan para sesepuh kraton tersebut.

Di sini kita juga bisa melihat Menara Sangga Buwana, sebuah menara bebentuk oktagonal yang digunakan raja untuk berkomunikasi dengan penguasa laut selatan, Nyi Roro Kidul. Menara ini dibuat miniaturnya dan disimpan di dalam museum Radya Pustaka.

Tim JJ di depan pintu Sangga Buwana

Puncak menara Sangga Buwana

Di sini terdapat kepercayaan bahwa pasir halaman ini bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Selain itu, bagi siapa yang memohon sesuatu di sini, niscaya permintaannya akan terkabul. Iseng-iseng saya mencoba melakukan ritual ini, saya memohon bimbingan supaya bisa cepet lulus.. [-o<

Lah emangnya dosen pembimbing saya nangkring di kraton dan doyan kembang kek gini? :))

mohon bimbingan

Puas menikmati eksotisme kraton yang konon luasnya mencapai 5 hektare ini, walau sayang kami tidak dapat menjelajah seluruhnya, akhirnya kami memutuskan untuk sholat dan istirahat sejenak di Masjid Agung Surakarta yang letaknya tak jauh dari kraton ini.

Cuaca yang sangat panas membuat kami merasakan keenakan ketika angin semilir menerpa tubuh kami yang sedang leyeh-leyeh di serambi masjid. (:| Akhirnya, kami tak dapat menahan kantuk dan tertidur selama 1 jam! I-)

beristirahat di Masjid Agung Surakarta

Setelah terkapar keenakan selama 1 jam, perut pun mulai memberontak. Saya pun teringat sebuah warung dengan menu yang sangat legendaris, yaitu Warung Tahu Kupat di kawasan Jalan Gadjah Mada, tepatnya di selatan Masjid Solihin pas.

Tahu Kupat jalan Gadjah Mada, Solo

Setelah makan, kami pun menghubungi Mas Irfan, seorang rekan yang bekerja di sebuah media cetak di Solo. Kebetulan dia lagi ada di kantor dan kami pun sowan ke kantornya yang tak jauh dari tempat makan kami.

La karena Mas Irfan lagi sibuk ngetik berita untuk ngejar deadline, akhirnya kami cuma dianggurkan di ruang tamu kantor. :D Ndak papa lah karena kami disuguhi es teh yang lumayan membuat kami ndak cerewet. :D

La kebetulannya lagi, hujan deras mengguyur sehingga kami pun terperangkap di kantor tersebut sambil menunggu hujan reda.. :-w Ya sudah, sambil nunggu Mas Irfan selesai ngetik berita, kita pun crongohan di situ. Setelah hujan reda, kami pun pamit.

Mas Irfan berjanji mo nemuin kami malamnya karena sore itu dia ndak bisa nemenin kita karena ngetik berita. Ya sudah, tim JJ pun mampir dulu ke rumah saya untuk sekedar istirahat dan mandi-mandi karena malamnya kita mo mblayang lagi. :D

Tim JJ di kantor Suara Merdeka

Sebelum nyampe di rumah saya, tim mampir sebentar ke Masjid Al Wustho di kawasan Pura Mangkunegara untuk menunaikan sholat Ashar. Masjid ini merupakan salah satu masjid tua di Solo. Selain ditandai dengan arsitektur dan kondisi fisik bangunan, salah satu ciri khas lainnya adalah adanya menara, bedug, mimbar khutbah yang terbuat dari kayu ukiran. Keunikan lain dari masjid ini, di beberapa tiangnya terdapat ukiran ayat-ayat Al Quran.

Gerbang dan menara Masjid Al Wustho

beberapa ciri khas Masjid Al Wustho

Selesai sholat, tim JJ pun mendarat di rumah saya. Setelah istirahat, sholat maghrib, dan mandi-mandi, tim pun siap beraksi kembali. Target kali ini adalah sebuah mal yang cukup megah di Solo, yaitu Solo Grand Mall.

Selain untuk menyalurkan hasrat culun dan katrok, tim JJ pun hendak refreshing the eyes by looking-looking the prety-prety girls.. :)) We la kok di sini kita sempet liat Pak Puspo Wardoyo sang poligamer itu lagi belanja sama salah satu istrinya..

Setelah puas muter-muter dan ngeliatin cewek-cewek yang kalo pake baju pating pecotot itu, tim pun menemui Mas Irfan di depan Timezone. Setelah ketemu, tim pun segera keluar dari mal dan langsung turun ke jalan menuju angkringan ailas HIK di depan (bekas) markas KODIM.

penjual HIK (angkringan) KODIM

Nah ini yang sudah lama saya rindukan karena di angkringan di Jogja ndak ada, yaitu sate keong dan burung puyuh yang mantebnya puol itu. =p~ Ditemani nasi kucing dan segelas es teh, kami menghabiskan sisa waktu dengan bercengkrama dan gojek kere di atas tiker di pinggir jalan protokol Slamet Riyadi itu..

hidangan istimewa kampung

bercengkrama menikmati makanan khas HIK

Tak terasa malam semakin larut. Tim JJ akhirnya kembali ke Jogja. Sampai jumpa lagi, Solo, the spirit of Java.. :-h

30 Responses to Jeng-jeng Solo City

  1. Ucha says:

    PERTAMAX!

    Elo narsisnya makin akut aja, bro.. Tapi oke lah. Narsis itu hidup. Yo to…

  2. yu gembik says:

    jeng jeng, kekek msti entuk istilah iki soko kang wedhouz

  3. ekowanz says:

    lha situ ga bilang2 kan :p

  4. Afifa says:

    tahu kupatnya :9 nyam nyam.. sate keong? lom pernah makan ni… bikin alergi gak ?

  5. aad says:

    huasyem panganane marai ngiler ndlewer-ndlewer

  6. bebek says:

    oalaaah…. ternyata neng kene to poto2 narsis-e…. nek poto2 kuwi dipajang neng blog cahandong berarti memang nantinya bisa dikategorikan sebagai properti museum dan cagar budaya… qeqeqe… ehh kok ra ono jeng-jeng’e?? (cah wadon’e)

  7. Fany says:

    Huaaa curang.. gak ngajak2…
    *nesu*

  8. Fany says:

    Huaaa curang.. gak ngajak2…
    *nesu*

    aku kan blom pernah ke solo :((

  9. iks says:

    kamuh tuh yah jalan2 truussss…

    aku kira ‘Jeng-jeng” itu mau bahas cewe solo ternyataaaa…narsis lageeHH :D

  10. chocoluv says:

    hwahahahha… nek wes puas ojo lali karo si ti** :P

  11. bodi says:

    mesti loo ra ngajak2 ….. tumben juragane wedhouz gelem dipoto … hehehehe

    wah sue ra ketemu ro kang irfan …..

  12. tjahaju says:

    pengen banget melok mlaku²e T_T

  13. Pacarnya Van Tomiko says:

    ohh…. jadi ini jalan-jalan dalam rangka kelulusanmu to Zam?
    Selamat-selamat! akhirnya lulus juga. hiehehee…

    Btw, itu yang di Baliho “Spirit of Java” itu slogannya Solo ya? bagus, elegan. Kalo Semarang ” Beauty of Asia” terlalu muluk2 ya..

    eh dedengkot loenpia? bahasane… kita bukan dedengkot.. tapi gembong. *holoh*

  14. thestoopid says:

    wahahahahaha…..
    untung aku ra melu :P
    *liat komen diatas*
    eh slamat yaaa kikikiki

  15. Adham Somantrie says:

    wah… jalan-jalan juga niih anak… kemaren aku juga abis jalan2… lagi liburan yah?

    last question? kapan lulus zam? :D

  16. venus says:

    ‘hawa yang berbeda’ iku maksude opo? mambu entut? sopo sing ngentut? kowe opo didit? wakakaka

    wooiii, dolan nggonkuuu. omahku anyar :D

  17. danik says:

    wah….. kw bangga to ron?!! :D tp… menurutmu bagusan JOGJA pa SOLO hayooooo…….?!!!! :)

  18. diditSOLO says:

    solo…oh…solo….
    emang oye!
    apalagi dinikmati dengan katrok cendek *mekso* khas escoret!
    mau tehe?!

    salam
    escoret™

    wakakakkakaakakak

  19. mysyam says:

    zam.. kapan² turing neng mBogor yo.. tak tunggu ;))

  20. thuns says:

    iki ceritane… deklarasi kaum homo yoh???
    *walah*

  21. finkz says:

    kapan neh main ke bandung.?
    biar qt kopdar.. :D

  22. tooooooooooooooooopi cs says:

    kapan neng bali????

  23. iFa says:

    *baru tau ada penyakit kurang dolan, huhu..
    kapan ke jakarta? :P

  24. escoret says:

    aku juga hr itu ke solo..!!!
    untung ga ketemu..!!!!

  25. priyayisae says:

    piye kabare raja2ne solo? jih podo padu ra?

  26. -tikabanget- says:

    weleh..
    apa ituh kok kasi kasi kembang segalaa…
    sayah sudah bilang kalo mo minta minta ke sayah itu pake ayam mekdonal ajah..
    malah kasi kembangg…

  27. Nananging Jagad says:

    Weleh-weleh, komplet le njajah kutho milangkori……kapan-kapan mbok dijak Dab!!!

    Nderek langkung…….

  28. mysyam says:

    dab, wis ra penasaran aku, ngerti caramu ngejunk neng nggonku, coba ngejunk neng nggonmu yooo

  29. mysyam says:

    yuhu berhasil dab, lihat browser yang kupake >:D<

  30. fanatiCanz says:

    wah aku ko ga diajak seh……..