Simplicity is not Simple

when a simple thing is not simple as its look

Balada Babi Kecap™

January 18th, 2007 - Culinary - Give Comments

Babi Kecap

Terjadilah situasi dan kondisi yang mana cerita ini adalah nyata dan sebenar-benarnya, kecuali di bagian-bagian tertentu ada bumbu-bumbu fiksi yang berlebih-lebihan hanya demi memeriahken suasana. Nama pelaku, tempat, dan waktu adalah nyata, sehingga bila ada kesamaan nama, tempat, dan waktu adalah memang DISENGAJA.

Peringatan: postingan ini tidak bermaksud mendiskreditkan siapa pun dan tidak ada seorang gadis cantik pun yang terluka. Penulis tidak bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan baik secara langsung maupun tak langsung setelah anda membaca postingan ini. Postingan ini hanya bertujuan untuk menghibur serta membangun rasa kewaspadaan dan kehati-hatian supaya tidak tertipu oleh tampilan. Ingat, don’t judge blogger by its template.

Bagi anda yang doyan dengan makanan berjenis nasi goreng, bakmi kuah, bakmi goreng, bihun kuah, bihun goreng, supaya lebih berhati-hati dan waspada. Kami tidak ingin setelah membaca postingan ini anda menginterogasi sang penjual dan ogah makan makanan tersebut. Ingat, kecelakaan bukan hanya karena situasi, tetapi dari kekurang hati-hatian pelakunya. Waspadalah, waspadalah!

Hari Sabtu, 13 Januari 2007 yang lalu, saya, Didit, Ridlo, dan Monik menonton Pameran Iklan (PEKIK) 2007 yang diselenggarakan oleh mahasiswa D3 Advertising UGM. Kegiatan ini bertempat di Taman Budaya Yogyakarta, dan menampilkan berbagai iklan media cetak, radio, televisi, dan produk. Tetapi bukan acara ini yang hendak kami bahas, tetapi sesudah acara ini.

Dengan kondisi perut lapar, karena Monik sudah mendahului pulang, maklum anak kecil ndak boleh pulang malam-malam ;), maka saya, Didit, dan Ridlo pun memutuskan untuk mencari makan. Waktu menunjukkan pukul 22.00 lebih. Setelah berdiskusi cukup alot, karena kondisi perut lapar membuat kami semua susah mikir, akhirnya diputuskan untuk mengunjungi sebuah warung makan yang sangat rame di Jalan M. Suryotomo, tak jauh dari Hotel Melia Purosani.

Ada yang menarik dari warung itu. Suatu ciri khas sebuah warung yang ramai dikunjungi adalah biasanya terletak pada HARGA makanannya yang MURAH atau kalau tidak RASA-nya ENAK. Warung Bakmi Pak Teguh, itulah nama warung yang tiap malam selalu ramai, bahkan para pengunjungnya sampai antri-antri.

Kami pun penasaran dengan warung ini. Saya pun sudah siap dengan liputan kuliner yang sudah lama ndak saya lakukan itu. Pertama-tama yang dilihat adalah menunya. Warung ini menyediakan menu nasi goreng, bakmi goreng, dan sebagainya. Setelah berembug, akhirnya kami memilih 3 menu berbeda supaya kami bisa mencicipi beberapa menu yang berbeda sekaligus.

Akhirnya diputuskan kalo Ridlo memilih bakmi kuah, saya bakmi goreng, sedangkan Didit mencoba nasi goreng. Didit kemudian mencari lokasi yang “pas” karena warung tersebut sudah tidak begitu ramai karena sudah mendekati larut malam. Saya pun memesan makananan pada penjualnya. Berikut petikannya:

Saya (S): “Mas, pesen nasi goreng, bakmi kuah, sama bakmi goreng ya..”
Penjual (P): “Waduh.. Bakminya habis tuh, mas.. Adanya bihun..”
S: “Oo..” *mencium bau masakan yang menggugah selera* =p~
S: “Itu tongseng ya, mas?” *menunjuk wajan sumber bau yang menggugah selera tadi*
P: “Bukan.. BABI KECAP..” :)
S: “He? Apa, mas?” :-o *mencoba mengkonfirmasi*
P: “BABI KECAP” *menunjuk muka Didit* :@)

Suasana yang tadinya hiruk pikuk langsung hening. Para pengunjung cewek di warung langsung menoleh ke arah kami sambil pasang wajah horny. Yang hendak menyuapkan nasi ke mulut langsung berhenti seketika. Pengendara motor yang lewat di depan warung langsung berhenti, sambil membuka helm dan masang tampang blo’on melihat kami. Burung yang kebetulan lewat langsung jatuh terjerembab. Bencong yang sedang ngamen pake icik-icik-nya langsung berhenti bergoyang erotis dan menatap kami dengan penuh kekagetan.

:)) Ini sih cuma khayalan.. Kartun banget!!

S: “Waduh?!”
S: “Piye, Dit? Opo mesen BABI KECAP kui wae? Sepertinya enak..” >:)
Ridlo(R): “Wah, kagak dah.. Mending cabut ajah..”
Didit (D): “Ho-oh.. Ra tega aku.. Masak sodara sendiri dimakan?” :">
R: “Udah.. Cabut ajah.. Alesan ajah kita nyari bakmi..”
S: “Wah, bakminya ndak ada yah? Ya sudah, mas..”

Kami pun langsung cabut dari warung itu.

Sial. Ternyata warung tersebut menjual masakan daging babi. Kalo yang jual orang Cina, mungkin masih wajar. La ini yang jual tampang Jawa, namanya juga Pak Teguh. Untung aja namanya bukan Warung Babi Kecap Haji Teguh. =)) Wakakakak..

Dan memang, warung-warung penjual daging B2 ini cukup banyak bertebaran di Jogja. Kawasan yang banyak terdapat penjual daging ini, setahu saya adalah di daerah Terban dan Beringharjo. Jadi berhati-hatilah jika kalian makan di daerah ini.

Untungnya, para penjual ini cukup “jujur” mau mengatakan bahkan dengan jelas menuliskan menu “BABI”. Atau kalo pun tidak, kita yang harus jeli menanyakan kepada penjualnya apakah warung tersebut menjual babi atau tidak.

Konon, daging babi ini rasanya sangat lezat. Tapi terus terang saya belum pernah mencobanya. Seorang rekan yang pernah mengalami “kecelakaan” memakan daging babi merasa sangat kecewa setelah tahu kalo daging yang dimakannya adalah daging babi. Dan setelah dia tau itu daging babi, dia langsung memuntahkan semuanya, padahal dia bilang rasanya sangat enak. “Menyesal saya kenapa harus nanya itu tadi daging apa..”, katanya. :))

Mungkin ada rekan-rekan yang punya pengalaman serupa? Atau bahkan pernah merasakan cita rasa kelezatan daging babi? Atau punya referensi warung-warung mana yang menyediakan daging babi?

Silakan dibagi di sini. :@)

20 Responses to Balada Babi Kecap™

  1. haji teguh says:

    alhamdulillah… antum tidak jadi makan daging babi, bersyukurlah.. karena antum masih disayang 4JJI sehingga antum dihindarkan dari makanan yang diharamkan oleh-NYA

  2. templank says:

    alah jangan2 lo balik lagi jam 12 ya… mesen 2 bungkus…

  3. bebek says:

    makanya ojo mikir ngelih’e thok wae… melbu warung mbok dideleng judul’e warung’e :p

  4. Fany says:

    mesti besoknya Zam langsung balik nyoba sendiri… tanpa didampingi si babi ;))

    EH EH keycode ku babi :)) *pas*

  5. nisa says:

    Nisa juga dapet kejadian yang serupa waktu pergi sama finkz kemarin. Kita pesen nasi goreng, dan ga sengaja finkz nanya, ‘itu nasgornya apa aja isinya?’… bla bla bla dan pig. untung blom sempet transaksi.

    ternyata memang lebih baik makan di rumah.

  6. Mbilung says:

    bisa jadi lokasi nongkrong baru ini, barengan cah andong :))

  7. chocoluv says:

    hihih imagenya lutju :D

  8. hendito says:

    jadi perlu pengawasan obat dan makanan neh … jadi waswas euy

  9. ekowanz says:

    di deket perempatan jetis itu ada tongseng yang rame banget…..selidik punya selidik ternyata itu tongseng an**ing :o untung2 blm s4 kesitu…padahal…. :-?

  10. iFa says:

    waw, balada babi kecap kayaknya mengalahkan hebohnya balada gurame ;))

  11. Hedi says:

    Apa bener itu warung cuma jual daging babi, mas? Soalnya, sesuai pengalaman, kalo ada yang jual masakan B2, ditulis langsung…kalo enggak yang berarti ada daging lain juga. Soalnya, menurut beberapa penjual, mereka ga mau warungnya sepi pembeli gara² cuma jual B2.

    *pas banget keycode-nya Babi :D *

  12. Jaka says:

    Hiiiiiiiiiiii …. ngeriiiiiiiiii … ati2, iso tambah ireng atine ketemplekan daging karom kuwi :p

  13. bodi says:

    pantes didit ga tega makan disitu ….. hheheheheee

  14. PutRie says:

    Waaahh serem juga yaaaa….

  15. unai says:

    fyuh..lego..ta iro sidho maem nang kunu je…untung nanya dulu ora langsung tancap..lain kali hati2 ya kalo makan

  16. nengkrang says:

    weleh..weleehh… akhirnya sampe juga dah beberapa hari ini aku susah banget buka blog ini yg ada page not found :(

    balik ke postingan, emg di daftar menu ngga ada tulisan babi kecap itu zam ?

  17. mbakyu gita says:

    kowe sih wisata kuliner ora ajak ajak aku…

  18. Luthfi says:

    kikodku kerok

    halah …..

    *ngacir*

  19. ACONG... says:

    nyobo yo Tripeee…..

  20. mina says:

    kalo aku tu curiga kalo bakmi terlalu enak, mungkin ada unsur babinya :D habis pernah makan bakmi di warung makan, enaaaaaak buangetz, pas tak liat2 lagi besoknya, kayaknya gak ada tulisan halal deh, trus nama warung bakminya itu lo: bakmi titi, trus huruf t nya itu … erm….. gitu deh :D *gak jelas banget*

    btw, nengkrang tu artinya paan sih?