Tour de Madiun
December 26th, 2006 - Adventure - Give Comments
Liburan kemarin, bener-bener liburan yang melelahkan. Loh kok bisa? La iya bisa. Liburan kemarin banyak banget agenda yang harus saya jalani. Maklum, saya kan juga termasuk seleblog™.. ![]()
Setelah Minggu (24 Des) malem saya jumpa darat sama Sir Mbilung Raja Ndobos sama Pangeran Ndobos, Senin (25 Des) paginya saya kudu berangkat ke Madiun untuk mencari gadis.. ![]()
Hehe, saya heran juga kenapa dinamakan Madiun Kota Gadis. Padahal kalo saya lihat, gadis-gadis di kota ini ndak begitu banyak (yang casing-nya berprestasi
alias cakep). Setelah nanya sama Dipto yang ngaku asli made in Madiun kayak brem itu, maksud “gadis” di sini adalah “perdagangan dan bisnis”.
Oalah.
Perjalanan dimulai pada pagi hari. Selepas subuh, the trio Kumpala (Didit, Dipto, dan Damroni) sudah siap melakukan aksinya. Berangkat dari kosan saya jam 5.30 nelat satu jam dari jadwal jam 4.30. Meskipun begitu, walau belum mandi dan gosok gigi, tetep pose narsis dulu..

Rute yang akan kami tempuh kali ini adalah menelusuri jalur selatan. Menuju Madiun dari Jogja melewati 4 kota/kabupaten, yaitu Klaten, Solo, Karanganyar, dan Magetan. Waktu tempuh diperkirakan 4-5 jam dengan medan yang terjal dan berat karena melintasi Gunung Lawu.
Untuk mengisi tenaga dan energi, sampai di Solo kita sarapan dulu. Menu kali ini adalah menu yang khas dan tiada duanya, yaitu nasi pecel dengan nasi merah dan bumbunya adalah bumbu wijen. Cara penyajiannya pun ndak sembarangan, yaitu dengan menggunakan daun pisang yang dipincuk.


Setelah kenyang mengisi perut, tim pun kembali tancap gas. Ngeblas menuju Karanganyar dengan melalui Matesih yang terkenal akan duriannya itu. Pemandangan sawah menghijau dan menghampar, membuat kami yang tua-tua ini sejenak lupa akan TA™. Ditambah udara segar dan sejuk membuat kami bener-bener terlena dan larut dalam suasana.
Singkat cerita, kami pun akhirnya sampai juga di Tawangmangu. Dari Tawangmangu ini, kami akan meneruskan perjalanan menuju Cemoro Sewu, kemudian Telaga Sarangan, kemudian turun ke kota Magetan.
Rute ini selain singkat, ternyata medannya terjal dan sangat berat. Tanjakan-tanjakan bersudut lebih dari 30° banyak bertebaran. Belum lagi tikungan curam selalu menghiasi. Plus suara erangan mesin yang bekerja ekstra keras semakin mempertegas aroma terjalnya jalan. Inilah ciri khas rute Sarangan yang terkenal itu bila kita menuju Sarangan dari barat (Solo).
Tetapi walau begitu, pemandangannya bener-bener eksotis! Beberapa kali kami harus berhenti hanya untuk melampiaskan nafsu narsis kami! Di rute inilah terdapat jalan raya tertinggi di Pulau Jawa, yaitu terletak pada ketinggian 1.900 meter dpl.


Lepas dari Telaga Sarangan, rute yang kami tempuh biasa-biasa saja. Di sini kami menemukan sebuah telaga, tapi ini bukan Telaga Sarangan. Dari rute ini, bila turun terus maka kita sampai di kabupaten Magetan.

Akhirnya sampai juga kami di Madiun. Tujuan kami kali ini ndak begitu penting. Hanya untuk menyalurkan hasrat jalan-jalan saja. Kami pun mampir di rumah paklik-nya Dipto untuk sekedar istirahat.
Di rumah paklik-nya Dipto ini, kami disuguhi hidangan rujak ala Madiun. Kenapa ala Madiun? Iya, sekilas rujak ini mirip dengan rujak cingur khas Surabaya itu, tetapi bumbunya berwarna cokelat, ndak kayak bumbu rujak cingur Surabaya (apalagi kalo yang jual orang Madura) berwarna hitam dan pedesnya bikin bibir nggambleh itu. Selain itu, isinya juga ndak sekomplet rujak cingur Surabaya. Tetapi walau begitu, tetep nikmaatt!! ![]()

Setelah istirahat sejenak selama kurang lebih 3 jam, kami pun pamit pulang. Paklik-nya Dipto menawarkan kami supaya menginap, tetapi mengingat kami masih banyak urusan (maklum, kan seleblog™) maka kami memutuskan pulang.
Rute yang kami tempuh tak jauh berbeda dengan rute berangkat. Apalagi kami mengejar waktu supaya kami tidak terlalu malam pas sampai di Jogja.
Ketika tiba di rute Sarangan bajingan, kami menemukan sebuah mobil yang menjadi korban kekejaman rute maut ini. Sebuah mobil Feroza njeblug mesinnya dan harus didorong ketika melahap tanjakan terkutuk ini.

Ketika kami sampai di jalan raya tertinggi di Pulau Jawa ini, kabut tebal sedang naik ke puncak. Ini menghalangi jarak pandang kami sehingga kami harus ekstra hati-hati ketika melalui rute ini. Belum lagi tikungan tajam, tanjakan curam, hawa dingin menusuk tulang, dan jalan licin membuat kami banyak-banyak berdoa. Walau begitu, Kumpala harus tetep foto-foto! ![]()



Turun dari Lawu, kami pun mengincar kelezatan durian Matesih yang legendaris itu. Akhirnya kami pun mampir di sebuah warung penjual durian di pinggir jalan raya Solo-Matesih.
Sial, ternyata harganya mahal sekali. Berkisar Rp. 10.000,00 sampai Rp. 25.000,00 tergantung ukuran. “Tapi rasanya dijamin, mas!”, demikian rayu si ibu penjualnya. Setelah tawar-menawar yang cukup alot, akhirnya kami sepakat membeli 4 buah durian dengan harga total Rp. 65.000,00. 3 buah kami makan di tempat dan satu lagi dibawa pulang oleh Dipto buat oleh-oleh.
Kelezatan durian Matesih memang terbukti. Walau beberapa di antara durian yang kami beli ini sebagian buahnya masih ada yang belum matang, tetapi rasanya sudah terasa beda dengan durian yang biasa dibeli di Jogja yang berasal dari Purworejo itu.

Pada durian kedua, durian ini bener-bener membuktikan kelezatannya. Daging buah berwarna kuning emas yang lembut, mlenyek, tebal, benar-benar meninggalkan rasa manis durian yang luar biasa. Inilah rasa durian sesungguhnya! Ditambah suasana makan yang romantis mendukung, yaitu di pinggir sawah, membuat kami misuh-misuh dengan kelezatan durian yang menampar-nampar lidah kami.

Begitu selesai menikmati durian, hujan pun turun. Sial!! Kami pun segera turun dengan menembus hujan lebat untuk kembali ke Jogja. Hujan yang turun cukup merata. Mulai dari Matesih, Karanganyar, Solo, Klaten, hingga Prambanan. Begitu masuk Jogja, hujan hanya gerimis-gerimis.
Begitu datang, kami langsung kopdar lagi. Kali ini saya, Didit, Monik sama -ehm-uhuk-hoek-cuh-nya™ ketemuan sama Pakde Ndobos dan juga Ndoro Kakung beserta keluarga. Kata Ndoro, Pakde Gombal sebenernya tadi juga datang, cuma beliaunya sudah pulang terlebih dulu.
Sebenernya Ndoro Kakung sama Pakde Ndobos ngajakin kami untuk ngobrol-ngobrol banyak. Cuma karena tenaga kami sudah terkuras habis di Madiun dan malam yang telah larut bagi seorang anak kecil untuk bepergian, kami terpaksa tidak dapat memenuhi tawaran beliau itu. Nuwun sewu, nggih Pakde, Ndoro..
Bener-bener liburan yang melelahkan!! Tapi seru.. ![]()
Tulisan terkait bisa dibaca di blognya si Didit.
December 26th, 2006 at 16:24:03 from Indonesia using Opera 9.00 on Windows XP
wow… kera sakti (zam), patkai (diditsleman), dan wutjink (dipto). 3 anggota pencari kitab ebliz berpetualang bersama. trisom.
mereka mencari variasi dari dunia ebliz.
December 26th, 2006 at 17:23:31 from Indonesia using Mozilla Firefox 2.0.0.1 on Windows XP
tekan ngendi2 ngono keliling’e
enak tenan dunia mahasiswa kiy… ck ck ck
December 26th, 2006 at 17:55:38 from Indonesia using Mozilla Firefox 2.0 on Windows XP
rujak..heh..
~
btw kali ini tidak ada adegan “montor rubuh” kan… hehe..
December 26th, 2006 at 20:45:31 from Indonesia using Opera 8.01 on Windows XP
keren perjalanannya.. ditunggu petualangan selanjutnya
December 26th, 2006 at 21:07:00 from Indonesia using Mozilla Firefox 2.0.0.1 on Windows XP
Wah..aku pernah lewat jalur yang sama..klaten, solo tapi cuman sampe karanganyar di tawangmangunya..mantep bro, kalo di kampung gw di makassar nama daerahnya Malino yang suasananya seperti itu (ya tempat perjanjian Malino itu lho)..sekali-kali petualangan kesana bro…
December 26th, 2006 at 21:10:38 from Indonesia using Mozilla Firefox 1.5.0.9 on Windows ME
wuah..asik bgt tuh mas..
hikz..enaknya kalo punya motor.. (loh?)
*maklum lagi ngidam motor warna pink*
salam knal ya mas.. ^^V
December 26th, 2006 at 22:43:11 from Indonesia using Mozilla Firefox 2.0.0.1 on Windows XP
pecel sego abang, kabut sarangan, duren matesih…wah kapan aku iso ngrasakno maneh yo…hiks
December 27th, 2006 at 00:24:52 from Indonesia using Mozilla Firefox 1.5.0.3 on Windows XP
Seharusnya masuk MURI neh..sebagai Blogger yg paling banyak Tour-nya tahun ini
December 27th, 2006 at 08:07:55 from United Kingdom using K-Meleon 1.02 on Windows XP
wealah, bocah kok dolan wae
December 27th, 2006 at 09:11:20 from Indonesia using Mozilla Firefox 2.0.0.1 on Windows XP
heheh trisome.. dasar himahom…
December 28th, 2006 at 09:48:59 from United States using Mozilla Firefox 1.5.0.9 on Windows XP
welah sidho ketemuan maneh tow..wah kok ra ngabari akyu? hiks..tiwas ngenteni jhe..tak kiro rung bali seko madiun kota gadis ituh huhuhuhuh
December 28th, 2006 at 18:41:19 from Indonesia using Internet Explorer 6.0 on Windows XP
aku punya planning, kalo misal entar udah dapat cuti, mau touring menyusuri pantura (pantai utara) dan pansela (pantai selatan) naik motor. tapi rutenya yang ke barat, bongso pekalongan, tegal lan bolo2ne … semoga bisa terwujud … hehehehehe
skg susah mo touring, man !!! mau main ke jogja aja belum bisa. hiks ….
karena skg jarang ikut kumpul, kiro2 aku yen dolan nang jogja disambut meriah ra, koyo tamu dari jauh? dapat souvenir khas jogja gak pulangnya? hihihihihihi
December 28th, 2006 at 22:32:22 from Australia using Mozilla Firefox 1.5.0.4 on Windows XP
woooooo lah mung sedino to?? tak kiro pake acara nginep je.,,., tiwas ga melu.,,.,
December 29th, 2006 at 15:11:20 from Indonesia
kota gadis? apa murah-murah gadis disana mas? semurah duren matesih?
December 29th, 2006 at 16:58:33 from United States using Internet Explorer 6.0 on Windows XP
ron…..!!!!
ketoke enak bget yo??? wheladalah… mosok to, dalan buatanku ghawe ngedhen motor2 k-lian
wis normal kuwi zam!!!
eh… kuwi rung ketemu mbahe kucing tho? coba nongkrong ning STA 8+475
jadi kangen ak zam ama tawangmangu, walaupun dulu sempet misuh2 karo para dedengkot2 DPU
December 29th, 2006 at 18:33:19 from Indonesia using Internet Explorer 6.0 on Windows XP
lha, comment-ku wingi nang kene kok ilang?
December 30th, 2006 at 07:26:14 from Indonesia using Mozilla Firefox 1.5.0.6 on Windows XP
hehehehe
*baca komennya bangsari*
December 30th, 2006 at 10:28:21 from Indonesia using Mozilla Firefox 1.5.0.9 on Windows XP
duh jd pengen pulang kampung
December 31st, 2006 at 15:55:54 from Indonesia using Mozilla Firefox 2.0 on Windows XP
Wah wah.. kuakui. foto2nya keren tenan.. terutama yang daerah kabut itu. sip sip!
eh kecuali satu.. yang narcis sebelum berangkat itu bener2 deh. ck ck…
oh no!!! my eyes! my eyes!
January 6th, 2007 at 18:09:24 from Indonesia using Opera 8.51 on Windows XP
itu penampilan nasi pecel-nasi merah-bumbu wijen nya menakutkan amit
ada kecambahnya! syerem……
January 9th, 2007 at 06:27:51 from Indonesia using Opera 8.51 on Windows XP
wah… saya mau ke jogja nih hari ini
January 10th, 2007 at 10:29:10 from Indonesia using Mozilla Firefox 1.5.0.9 on Windows XP
kenalan sik zam
…aku wis suering krungu jenengmu 
ditambah ndobosane pakde mbilung perkoro lesehan tengkleng wuihh..[kapan yo iso tekan kono.. ngayal.com sambil ngelist rute tour de madiun
]
duh kui sego pecel..duren..kabut..gadis [heh?!] jan nggawe ngences tenan
January 10th, 2007 at 17:32:50 from Indonesia using Mozilla Firefox 1.0.7 on Windows XP
Foto ndorong mobil njebluk itu apik lho…