Petualangan Purbalingga™
November 20th, 2006 - Adventure - Give Comments
Hari Minggu, 19 Nopember 2006 kemarin, saya dan beberapa temen-temen Andong njagong manten atau menghadiri resepsi pernikahan rekan blogger, yaitu Mbak Ken sama Mas Fanny (Funs).
Acara njagong ini bukan sekedar njagong, tetapi njagong plus-ples. Kok bisa? Haiya, njagong plus plesiran. Sebenernya tujuannya itu ya memang mau plesiran, cuman kebetulan ada temen ngundang njagong, gitu loh.
La belum sampai di acara resepsinya, waktu dan memori kamera sudah habis buat foto-foto selama mampir-mampir dalam perjalanan.
Apalagi ini merupakan rekor njagong paling fenomenal, bombastis, dan fantastis selama dalam hidup saya. Bayangkan, mana ada njagong yang menghabiskan waktu lebih dari 19 jam dan menempuh jarak sekitar 200 km bolak-balik (berarti sekitar 400 km)! Kalo didaftarkan ke MURI mungkin bisa memecahkan rekor tuh.
Kok bisa? La ngapain aja tuh? Silakan siapkan cemilan buat menemani ketika membaca postingan panjang dan ra mutu ini.
Pemberangkatan
Anggota tim kali ini adalah Bunda Unai dan Mas Is, Adi thestoopid sama PriyayiSae, serta saya sama Mas Irfan. Berkumpul di Warung Mak Zam sekitar pukul 5.30. Sekitar pukul 6.30 tim pun berangkat dengan rute Jogja - Wates - Kulonprogo - Puworejo - Jalan Daendels - Kebumen - Gombong - Banjarnegara - Purbalingga™.

Daendels Keparat!
Kenal sama yang namanya Daendels, ndak? Itu loh Herman Willem Daendels, Gubernur Jenderal Hindia-Belanda yang pernah membuat Jalan Raya Pos sepanjang 1000 km yang menghubungkan Anyer sampai Panarukan di pantai utara Jawa menggunakan tenaga gratisan yang keren disebut dengan kerja rodi itu.
La ternyata si Daendels ini selain punya proyek di pantura itu, juga bikin jalan di bagian selatan Jawa. Jalan ini dikenal dengan Jalan Raya Daendels. Dimulai dari daerah Purworejo (CMIIW) sampai ke Cilacap sana.
Jalan ini membentang tak jauh dari laut selatan, kira-kira cuma berjarak 1 km dari garis pantai. Tetapi jangan dibayangkan ketika menyusuri jalan ini kita bisa menikmati pantai-pantai eksotis selatan Jawa. La wong dari jalan sampai ke pantai itu terpisahkan oleh desa dan ladang para penduduk di sana.
Daendels itu ndak kreatif. Bikin jalan kok cuma luruuus aja. Ndak ada belok-beloknya. Monoton, ndak ada variasinya, membosankan, dan bikin ngantuk. Tetapi enaknya, kita bisa lebih cepat sampai karena jalannya sangat sepi, ndak musuhan sama bis dan truk kalo kita lewat jalan utama dari Wates sampai Gombong itu. Pokoke kalo mo bikin acara drag race, sampe modar njebabah di situ ndak bakal ada yang ngganggu.
Akan tetapi, yang lebih mbajiruti, konon The Fuckin Daendels Road™ itu bisa menurunkan kualitas sperma bagi yang nekad lewat sana. Ini menurut Mas Irfan loh. Kok bisa? La bayangkan saja, duduk di atas jok motor, panas-panas, “kejepit”, kemudian disodok-sodok dan ditendang-tendang sama jalan rusak dan berlubang di sana-sini. Apa ndak bikin kualitas sperma turun, itu?
Kalo lubang yang berjalan sih enak, la ini jalannya yang berlubang. ![]()
Daendels memang keparat. Bikin jalan kok ndak dimulusin sekalian. Apa mungkin dananya dikorupsi kayak dana gempa yang sampai sekarang masih banyak yang belum turun itu, ya? La jalan bikinannya saja sudah bikin sengsara, apalagi kalo ketemu orangnya langsung. Tak sobek-sobek™ nanti.
Walau keparat, ada tempat eksotis yang cocok untuk foto-foto. Di sebuah jembatan kami berhenti karena ujung sungai di atas jembatan ini terlihat laut tempat sungai ini bermuara. Ombak besar sayup-sayup terlihat di antara hamparan delta di ujung sana.


Kami juga melewati Kecamatan Ambal, Kebumen. Daerah ini terkenal akan kelezatan Sate Ambalnya. Tetapi sayangnya kami ndak sempet mampir untuk sekedar mencicipi kelezatan hidangan khas ini.
Waduk Sempor
Setelah lelah menyisir jalur selatan melalui The Fuckin Daendels Road™, kami pun bergerak ke utara. Sampai di daerah Gombong, kami berbelok ke Waduk Sempor. Kami memilih jalur alternatif menuju Banjarnegara dengan melintasi bukit yang diberi nama tokoh-tokoh Pandawa itu.
Sampai di waduk ini, kami tak menyia-nyiakan kesempatan untuk berfoto-foto dan menikmati keindahan waduk ini.


Puas berfoto-foto, kami meneruskan perjalanan. Untuk menuju Banjarnegara, kami harus melalui tanjakan, turunan, dan belokan curam. Melintasi jalanan berkelok indah yang diapit oleh bukit, meniti jurang di kanan-kiri tebing, mesin yang mengerang hebat ketika melahap tanjakan sangat terjal, rem berdecit ketika menuruni turunan curam, membangkitkan sensasi dan ketegangan tersendiri. ![]()

Mencla-mencle!
Akhirnya kami pun tiba di Purbalingga™. Kami pun akhirnya bersorak gembira ketika melihat gerbang perbatasan Kabupaten Purbalingga™. Rasanya perjalanan melelahkan selama kurang lebih 6 jam itu berakhir sudah. Terbayangkan oleh kami hidangan yang menunggu di resepsi nanti. ![]()

Kami pun mengeluarkan peta yang dilapirkan dalam undangan. Karena ini pertama kalinya kami ke Purbalingga™, bertanya adalah halyang wajib. Seperti kata pepatah, “malu bertanya sesat di jalan”. ![]()

Kami pun bertanya pada beberapa orang. Dan ternyata, jawaban setiap orang itu berbeda-beda!
Ketika kami mengisi bensin, saya mencoba bertanya pada salah seorang petugas yang ada di situ. Dia bilang kalo tempat yang kami tuju itu sudah dekat. Perasaan lega sedikit menyelimuti kami, tetapi tak lama kemudian salah satu rekannya yang lain menjawab dengan jawaban berbeda ketika saya coba mengkonfirmasikan jawaban tadi. Jawaban kedua yang saya dapat, bahkan bertolak belakang dengan jawaban yang tadi. Dia bilang bahwa jarak lokasi yang kami tuju masih 80 km™ lagi! ![]()
Untuk memastikan jawaban mana yang benar, kami mencoba bertanya pada polisi yang sedang bersantai di posnya. “Oo.. Dari sini, anda lurus terus saja. Pokoke lurus saja. Ada perempatan atau pertigaan, lurus saja terus..”. Tak lama kemudian dari dalam muncul rekan polisi yang tadi. Beliau dengan sok taunya langsung ngomong gini, “Oo.. Kalo ini nanti pada perempatan ketiga, anda belok kiri saja, mas..”.
Jirut! yang bener yang mana?!!
Jan mencla-mencle! Dari setiap orang yang ditanyai kok ndak ada yang beres jawabannya. Pada tau tata letak kotanya ndak sih mereka ini? Akhirnya daripada bingung, kami pun bergerak sesuai feeling saja. Karena dari jawaban mencla-mencle yang kami kumpulkan, bisa diambil kesimpulan bahwa lokasi yang kami tuju itu berada di perbatasan Purbalingga™ dengan Pemalang.
Harusnya peribahasa yang digunakan ketika berada di sini™ adalah, “Malu bertanya sesat di jalan. Sering bertanya malah membingungkan!” ![]()
Setelah mengikuti feeling dan sedikit bertanya kepada sopir-sopir angkutan umum, akhirnya sampailah kita di lokasi! ![]()
Selamat Menempuh Hidup Baru!
Secara pribadi, saya mengucapkan: Selamat menempuh hidup baru, semoga Mbak Ken sama Mas Funs bisa membangun keluarga yang bahagia, sakinah, mawadah, wa rahmah. Selalu langgeng selamanya.. ![]()

Saya kapan, ya? ![]()
Tragedi
Walau kita sudah berhati-hati, yang namanya musibah, hambatan, dan rintangan selalu ada. Begitu juga dengan petualangan kali ini.
Pertama ketika berangkat, ketika melalui jembatan yang sedang diperbaiki di daerah Wates, ban belakang motornya PriyayiSae bocor sehingga harus dituntun beberapa meter untuk ditambalkan. Kemudian ketika melauli Jalan Daendels™ pantat ini serasa ditendang oleh kuda gara-gara jalan keparat itu. Selebor motor PriyayiSae yang baru 1 bulan itu harus lecet gara-gara plat nomornya lepas dan bergesek dengan selebornya.. Hehe..
Pas pulang, ini yang paling parah. Ketika pulang, lampu motor Mas Irfan sempet mati gara-gara ada kabel yang lepas. Apalagi jalan utama dari Kebumen hingga Wates bener-bener parah, membuat Mas Irfan ndak mau ngambil resiko.
Jalan ini lebih parah dari Jalan Daendels™. Udah bergelombang, sempit, musuhnya bis dan truk-truk gede yang sopirnya ugal-ugalan marai misuh itu. Beda banget sama Jalan Solo-Jogja yang mulus dan lebar itu.
Jalan keparat ini juga memakan korban. Motor yang dikendarai PriyayiSae jatuh, karena menginjak “sesuatu”. Mungkin karena kondisi fisik yang lelah membuat konsentrasi pengemudi drop.
Alhamdulillahnya ndak parah. Si Adi, yang mbonceng cuma lecet-lecet saja, sedangkan PriyayiSae yang mengemudi malah ndak papa. Motor baru PriyayiSae juga terpaksa harus “diberi kenang-kenangan” di jalan ini.

Begitulah perjalanan panjang dan melelahkan kami. Saya baru tiba di kosan sekitar pukul 1 dini hari. Begitu sampai langsung terkapar karena kelelahan.
Jadi, kapan kita ke Purbalingga™ lagi?
Jirut! ![]()
November 20th, 2006 at 20:36:02 from using K-Meleon 1.02 on Windows XP
hwakakaka


edan, postingane loadinge suwe tenan
untung aku ra melu,,, mulih jam 1? iso dipecat dadi anak karo bapakku
November 20th, 2006 at 21:20:26 from using Opera 8.51 on Windows XP
sampai saya menulis comment ini pada senin malam jam 21.25, pegel2 di badan saya masih belum ilang …. kessssseeeellll ttteennnnnaaaaannnnnnnnnnnnnn ……….
btw, beberapa bagian di draft posting barusan tak tambahi dan diedit dikit-dikit. kasih foto ya, man !!!! hehehehehehehehe ……….
kapan dolan lagi? kita pecahkan rekor jadi 24 jam? hehehehehehehe
btw, dititipi salam dari fuckin daendels ……
November 21st, 2006 at 02:26:17 from using Mozilla Firefox 1.5.0.8 on Mac OS X
wakakakakak … lah trus makannya apa?
koreksi: Anyer - Panarukan Mas.
November 21st, 2006 at 07:19:26 from using Opera 9.10 on Windows XP
hehehe… tak kiro aku thok sing tobat ngrasakke dalan uelek iku…
btw, blog-mu uangel tenan diakses mas… kudu ndang pindah saka hosting ra mutu iki…
November 21st, 2006 at 08:13:27 from using Mozilla Firefox 2.0 on Windows XP
hauehuauehuahea….
gile… tu mau kondangan apa mau touring mas?
November 21st, 2006 at 08:54:52 from using Mozilla Firefox 1.5.0.8 on Windows XP
beuuuh… dowo tenannnn posting’e sampe moco wae kudu bersambung…
kuwi si priyayi tragis banged to? opo dia jadi tumbal “petualangan purbalingga” ?
November 21st, 2006 at 10:20:23 from using Opera 8.52 on Linux
Petualangan yang mengasikkan, sayang ndak jadi ikut
, Kalau mau ke sana lagi di ajak ya 
November 21st, 2006 at 10:24:19 from using Mozilla Firefox 2.0 on Windows XP
potone sing terakhir seremm
November 21st, 2006 at 10:35:24 from using Flock 0.7.8 on Windows XP
Wah… akhirnya mas foens nikah juga ya. huihihi.. selamat menjalani hidup baru..
… zam kapan? ehueheuheue..
ah.. blogger. sekali ada acara, narsis ga ada habisnya. ^^
November 21st, 2006 at 11:25:26 from using Mozilla Firefox 1.0.7 on Windows XP
asyeeem…
wingi mas is nelpon aku…
“wah di, enak tenan, sweger awakku, bar pijet”
tapi dia ga bilang nganggo ngene ora?
hehehehe
November 21st, 2006 at 11:55:54 from using Mozilla Firefox 2.0 on Windows XP
wakakakakaaaaa……tragis tenan itu the fuckin daendels road marai bokong kapalen yooo
wah untung priyayine ra po po …. cobo nek dudu priyayine seng tibo …..
btw salut demi menghadiri nikahan temen, perjuangannya sampe segitu….salut
November 21st, 2006 at 14:59:38 from using Mozilla Firefox 2.0 on Windows 2000
walaah jalanan lurus terus pake berlobang segala…
mo kondangan ato touring endurance nih?
hehehe…
November 21st, 2006 at 15:33:47 from using Mozilla Firefox 2.0 on Windows XP
Jal nek wingi kowe ngajak aku! Jogja Purbalingga paling 3 jam tekan.
November 21st, 2006 at 18:37:59 from using Mozilla Firefox 2.0 on Windows XP
wah kondangan sekalian toring. hehehe.. boleh juga!
Dan dengan ini berarti dinyatakan resmi sudah :
“sperma-nya Zam dkk. sudah turun kualitasnya!”
-demikian.
*kaboorrrrrr*
November 22nd, 2006 at 01:29:29 from using Internet Explorer 6.0 on Windows XP
Akhirnyaaa kebuka jugaaa.. desperate banget nih maw buka blog mu ajah sampe ber menit menit… hueeee… pakabar mass?? btw tadi kirain dirimu yang nikaahh.. huhuhu.. jalan2nya seruu… jadi pengeennn ToT dah lama gak liburan niiii.. siibooeeekkkk… hix hix hix hix
November 22nd, 2006 at 02:35:00 from using Mozilla Firefox 1.5.0.3 on Windows XP
Ingat tata cara makan saat kondangam.ambil lauknya dulu sebanyak-banyaknya..trus ditumupk ama nasi..trus ambil lauknya lagiii.eh kalo Anda sendiri kapan dilamarnya?
November 22nd, 2006 at 09:20:44 from using Mozilla Firefox 1.5.0.8 on Windows XP
lha kok aku gak dadi tokoh utama ceritamu toh ? heheh..wedan aku kawanan tangine je..yuk pecahkan rekor 24 jam..hehe brani? pas kita berenti terakhir di pom bensin itu, kami smua ngira kamu di kamar mandi, lha kok lama bener. Gak taunya halahhh selonjor tidur di mushala. Ok…daendels titip salam sayang
November 22nd, 2006 at 12:50:28 from using Internet Explorer 6.0 on Windows XP
sampai hari ini, daendels masih keparat, man !!!!
November 22nd, 2006 at 14:04:54 from using Internet Explorer 7.0 on Windows XP
wah asyik ya punya teman blogger banyak, aku blogger baru jadinya masih belum punya banyak teman
November 22nd, 2006 at 16:35:34 from using Opera 9.00 on Windows XP
akhire :
bodine tak wenehi stiker ireng (kiri kanan) = Rp 15.000
karet stang kiri tuku suku cadange = Rp 14.500
servis ringan = Rp 17.000
mung kurang servis ro psikolog (cewe) ki, men ra trauma
November 23rd, 2006 at 18:05:47 from using Internet Explorer 6.0 on Windows 2000
wakakakak…ini versi yang lebih kocak. nggone pakde irfan adegan penurunan mutu spermanya diketok. jan jaim tenan. wakakakakak!
versi sing iki akeh jirute
November 24th, 2006 at 10:18:35 from using Mozilla Firefox 1.5.0.8 on Windows XP
Aduh itu ngeri bangeddd gambarnya…
November 25th, 2006 at 12:32:43 from using Internet Explorer 6.0 on Windows XP
Silent plissss…cooling dooownnn…
Hehehehe….perjalanan yg “mengerikan”
Salam kenal ma mampir ngombe kie, kang…