Sembunyikan Direktorimu!
October 11th, 2006 - Howto - Give CommentsTips ini saya dapatkan setelah ngobrol-ngobrol sama Tyo. Kebetulan si Tyo ini suka banget memperhatikan sesuatu dari sudut di mana orang lain mungkin jarang memperhatikan. Bahkan sesuatu yang sangat detil dan kecil pun tak luput dari pandangannya. Suatu saat mungkin dia bisa jadi analis security yang mantab. ![]()
Mungkin ini udah basbang, tapi masih banyak juga yang kurang memperhatikan masalah ini. Ndak usah jauh-jauh, saya aja masih teledor untuk urusan yang satu ini. Bahkan beberapa web yang saya cek juga sama. Untung saya diingatkan. Matur nuwun, dab! ![]()
Ada suatu hal yang cukup “mengganggu” yang bisa jadi merupakan bugs dari WordPress. Sebenernya bukan kesalahan mutlak WP-nya, tetapi karena kebanyakan server-server hosting dikonfigurasikan agar direktori-direktori yang ada untuk bisa di-indeks, alias bisa dilihat isinya bila di dalam direktori itu tidak ditemukan file index.php atau pun index.html, maka seharusnya WP bisa mengantisipasi hal ini.
Bagi yang kebetulan konfigurasi direktorinya tidak mengijinkan peng-indeks-an, tips ini mungkin tidak berguna. Tetapi bagi mereka yang direktorinya bisa di-indeks secara default, bisa menjadi suatu bencana. Mulai dari melihat berbagai file di dalam direktori yang seharusnya tidak terlihat, hingga bisa saja user iseng bisa mengutak-atik isi direktori bila salah memberikan permission misalnya.
Mari kita cek apakah server kita mengijinkan peng-indeks-an direktori secara default atau tidak. Caranya mudah, coba buka alamat web kamu yang menunjuk ke sebuah direktori yang tidak ada file index.php atau pun index.html (kita sebut dengan direktori haram?). Contohnya, silakan buka http://url.wp.kamu/wp-includes/. Kalo muncul seperti gambar di bawah ini berarti direktori kamu bisa di-indeks.

Silakan dicoba pada direktori lainnya, misalkan /wp-content/plugins atau /wp-content/themes kalo ingin melihat plugins atau themes apa saja yang terinstall di WP seseorang.
So, cukup “mengganggu”, bukan?
Cara mengatasinya cukup mudah sebenernya. Tinggal tambahkan saja sebuah file kosong yang diberi nama index.php atau index.html pada direktori haram? tersebut untuk menutup direktori tersebut. Sehingga bila kita mengakses direktori ini yang muncul hanyalah halaman kosong, seperti pada direktori /wp-content.
Oke, cara itu cukup efektif bila hanya ada sedikit direktori. Tetapi bagaimana kalo kita punya banyak direktori, misal pada /wp-content/uploads di mana pada direktori tersebut terdapat banyak direktori yang dibuat secara otomatis oleh WP? Memberikan file index.php atau index.html ke dalam masing-masing direktori sungguh pekerjaan yang kurang praktis, sayang! ![]()
Ada cara yang lebih praktis, tapi juga cukup njlimet bagi yang kurang familiar dengan hal-hal teknis, untuk mencegah diaksesnya direktori haram? ini, yaitu dengan memberikan akses FORBIDDEN (error 403) bila seseorang mencoba mengakses direktori haram? tersebut.

Bagaimanakah caranya? Eces bin gampang alias mudah! Sebaiknya kita harus tahu dulu bagaimana mengkonfigurasi sebuah webserver. Pada Apache HTTP Server, konfigurasi dilakukan pada file httpd.conf. Salah satu perintah untuk mengatur tingkah laku direktori berada pada directive directory dengan memberikan opsi Options Indexes FollowSymLinks yang berarti server hanya akan menampilkan indeks file dan symbolic link pada direktori ini.
Ah, pusing ngomongin soal teknis!
Bagi yang doyan bermain tennis eh teknis, silakan baca manualnya!
Nah, karena kita tidak mempunyai akses ke file httpd.conf tersebut, kita bisa menggunakan file .htaccess yang berfungsi untuk mengatur konfigurasi secara lokal untuk disesuaikan dengan direktori yang kita inginkan. Dengan catatan, opsi ini diijinkan pada file konfigurasi utama httpd.conf dan biasanya opsi ini diaktifkan oleh adminnya.
Anggap kita punya file .htaccess dan diijinkan mengubah konfigurasi direktori melalui file .htaccess ini. File ini terletak pada direktori yang mo kita atur, dalam hal ini direktori utama dari WP kita. Kalo pun ndak ada file .htaccess ini, silakan buat dengan menggunakan teks editor, kemudian tuliskan atau sisipkan kode berikut ini pada file .htaccess tersebut. Ada baiknya untuk membuat back-up sebelum mengutak-atik file .htaccess ini.
Options FollowSymLinks
ServerSignature Off
Baris pertama untuk menghilangkan opsi indexes pada direktori, sehingga bila kita mengakses direktori haram? maka yang muncul adalah halaman error 403 alias FORBIDDEN. Sedangkan baris kedua digunakan untuk menghilangkan informasi server yang biasanya ikut muncul pada halaman error semacam ini.

Harus diingat bahwa dengan memberikan opsi ini pada .htaccess maka konfigurasi seluruh direktori di bawahnya akan ikut dengan direktori yang kita atur pada file .htaccess alias konfigurasinya besifat rekursif. Untuk mengembalikan direktori seperti semula, tinggal hapus saja opsi itu dari file .htaccess.
Kini, setiap kali orang iseng ingin melihat apa isi direktori kita, ia akan mendapatkan halaman error 403, sehingga data kita cukup aman dari mereka yang suka ngintipin perempuan direktori haram? ini.
Semoga bermanfaat!
October 11th, 2006 at 12:12:43 from using Mozilla Firefox 1.5.0.6 on Windows XP
wah, kok ketauan nek aku ket wingi mbukak2 direktori haram

lha, nek nggonku mung didelikke nganggo index managernya cpanel. ora perlu tenis2, ndak mumet dewe
October 12th, 2006 at 00:59:37 from using Mozilla Firefox 1.5.0.7 on Windows XP
Kamu itu pinter banget yak. Aku puyeng nih bacanya. *baca ulang dulu deh*
October 12th, 2006 at 02:24:48 from using Mozilla Firefox 1.5.0.7 on Windows XP
doooh… mumeeet.. idem ma sheilla… moco maneh ahh
October 12th, 2006 at 02:39:18 from using Mozilla Firefox 1.5.0.7 on Windows XP
bener sih monik tuh, simplenya pakek index manager kan iso? secara otomatis kalo parent folder-e index-nya di off kan sub folder2nya langsung 403 kabyieeh.. bener ora to kang?
October 12th, 2006 at 06:58:00 from using Konqueror 3.5 on Linux
o,ya nggonku yo durung jhe..
October 12th, 2006 at 08:13:33 from using Mozilla Firefox 1.5.0.6 on Windows XP
Nek gonku mung tak redirect ke arnanto.web.ugm.ac.id/priyayisae kabeh.
kita punya banyak direktori …. sungguh pekerjaan yang kurang praktis >> wakaka, iyo je, aku kopi siji2 ke tiap folder, kurang praktis yo
Sip dab, nuwun.
October 12th, 2006 at 13:45:52 from using Opera 8.50 on Windows 98
trims infonya buat monik.
berhubung saya suka nguprek-uprek secara manual, saya malah baru tau kalo kita bisa ngeset index dari situ.
setelah saya coba, ternyata cara itu cuma menuliskan perintah penghilangan index ke file .htaccess, seperti yang saya lakukan secara manual
perintahnya sedikit beda tapi, yaitu:
Options All -Indexes
yang berarti options dibikin default tanpa index
makasih tambahannya
October 12th, 2006 at 17:03:02 from using Mozilla Firefox 2.0b2 on Windows XP
pantesan…beberapa kali saya coba masuk kesini, mental terus… ternyata lagi ngetest yah. baru hari ini saya masuk lagi neh….
iyah, emang paling aman ngutak ngatik htaccess ini, ngga ada cara lain. cuma gimana yah cara ngeblog beberapa robots…banyak tuh para robot yang sering mampir ke blog saya, gimana caranya yah?
hehehe dapet jambu, lagi puasa dikasih jambu…hehehe…
pengennya sih duren gituh…
October 13th, 2006 at 12:33:14 from using Internet Explorer 6.0 on Windows XP
heu?

ga ngerti saya mah
sini sini,, saya ngasih tanda tangan aja
October 13th, 2006 at 16:57:19 from using Mozilla Firefox 1.5.0.4 on Fedora Linux
wah.. ndak ngerti saya
October 14th, 2006 at 02:15:25 from using Mozilla Firefox 1.5.0.3 on Windows XP
Sama dengan ilwan…gak ngerti…maklum mahasiswa non-eksakta..saya
October 14th, 2006 at 12:58:15 from using Mozilla Firefox 1.5.0.7 on Windows XP
Wah dadi ra iso ngintip maneh
October 15th, 2006 at 02:57:12 from using Opera 9.01 on Windows XP
wah aku ra dong juga…
directory tuh apa ajah gak ngarti gw!
October 15th, 2006 at 22:24:14 from using Mozilla Firefox 1.5.0.7 on Windows XP
wah boleh neh diserang pake de power of ” Google hacks with Oracle Query ” tunggu aja … ntar bots ma spider kan mengunjungi directory-mu …. kekeke … waspadalah .. akan bahaya laten Google