OSPEK
August 28th, 2006 - Opinion - Give Comments
Masa orientasi mahasiswa baru atau yang lebih sering disebut OSPEK udah selesai. Walau namanya bermacam-macam, tapi esensinya tetep sama aja, memperkenalkan lingkungan kampus kepada maba. Kalo di kampus saya dinamakan PASCAL (Pengenalan Kampus Science Awal Kuliah).
Kebetulan di kampus saya kegiatan ini baru aja selesai minggu kemarin. Saya ndak jadi panitia apalagi pesertanya. Saya cuma mau ngomentari ospek tahun ini di kampus saya yang saya bilang, ndak ada gregetnya.
Seperti diketahui, banyak pro-kontra tentang pengadaan ospek ini. Yang pro berdalih bahwa pengenalan kampus sangat perlu diberikan kepada maba, dan yang kontra berpendapat ospek hanya dijadikan ajang perpeloncoan dan kekerasan.
La terus saya ini termasuk yang pro atau kontra? Saya sih pro ospek tapi kontra sama kekerasan dan perpeloncoan.
Jawaban yang sok diplomatis. Nggaya™ kalo temen-temen saya bilang.
Kalo saya liat di ospek kemarin, dari tahun ke tahun, makin banyak aturan yang “mengekang” panitia dan “memanjakan” maba. Haiya. Tugas yang diberikan harus begini, hukumannya harus begitu, acaranya seperti ini, dan panitia seperti itu. Waah… Ndak asyik menurut saya.
Ospek selama ini identik dengan yang namanya kekerasan, tekanan mental dan fisik, tugas yang berat dan aneh-aneh, dan sebagainya. La mo bagaimana lagi. Sejak dulu sampe sekarang, berita tentang jatuhnya korban akibat ospek tetep ada. Salah satu contohnya ya seperti apa yang terjadi di STPDN dulu itu.
Tapi sekarang, bisa dibilang ospek ndak seseram dulu. Banyaknya pengawasan dari kampus dan terutama masyarakat membuat ospek jauh berbeda. Walau tradisi bentak-bentakan, hukuman fisik, tugas yang aneh-aneh, tetep dipertahankan tetapi dengan aturan yang super ketat.
Akibatnya apa? Ya jelas acara ospek itu ndak ada gregetnya. Ndak ada kejadian unik, langka, lucu, yang bisa dijadikan cerita dan kenangan buat anak cucu. Ospek tanpa ada ada tradisi bentak-bentakan, tugas aneh-aneh, rasanya hambar. La kalo cuma ndengerin ceramah, keliling kampus, nyanyi-nyanyi, ahh… Kayak penataran saja. Perasaan setelah ospek juga ndak berkesan. Ndak ada perasaan lega karena telah melalui hari-hari neraka yang mengerikan, tetapi bikin kangen itu.
Memang, bagi sebagian orang tradisi seperti itu hanya buang-buang waktu. Ndak ada gunanya. Tapi nek menurut saya justru itulah bumbu-bumbunya. Dari tugas-tugas yang aneh-aneh dan kadang membuat pusing karena dibungkus dengan bahasa simbol itu, mahasiswa baru dituntut untuk kreatif. Belum lagi batas waktu yang mepet membuat mahasiswa harus bisa bertindak cepat dan tepat. Ini merupakan bekal sebelum menghadapi dunia kampus yang sesungguhnya.

Kalo soal tekanan fisik dan mental, itu tergantung mahasiswanya juga. Bagi yang bermental bagus, bentakan dan hukuman fisik dilakoni dengan tenang dan nyantai. Ndak ada perasaan dendam. Anggap saja sebagai hiburan, asal ndak sampai melecehkan dan keterlaluan saja.
Lain buat yang bermental tempe gembus. Hukuman, bentakan, dan semacamnya itu bisa jadi tekanan yang amat sangat berat. Belum lagi yang kurang gizi, dikasih hukuman fisik sedikit saja, misal push-up 1-2 set atau lari keliling lapangan, sudah klenger. Padahal push-up atau lari itu merupakan olah raga juga. La duduk di dalam ruangan mendengarkan ceramah yang njelehi itu juga capek.
Apa jadinya kalo mahasiswa yang terbiasa dimanjakan itu terjun di masyarakat? Kerasnya kehidupan kampus dan masyarakat itu lebih ngeri daripada yang ada di ospek. La kalo cuma dibentak saja mengkeret, gimana kalo di jalan dipisuhi orang misalnya.

Belum lagi sifat manjanya itu dibawa-bawa ke kampus. Disuruh masuk pagi-pagi buta, ada saja alesannya. Yang rumahnya jauh kek, ndak ada transportasi kek, adalah alesan yang kerap dilontarkan. La itu resiko kalo menurut saya, dan mbuh piye carane kudu bisa mengatasinya. Namanya sudah mahasiswa, jangan berpola pikir kayak SMA lah.
Ospek, selama semua itu dilakukan dalam koridor dan aturan yang benar, semuanya ndak akan ada masalah. Memang tidak dipungkiri, ada saja oknum yang memanfaatkan ajang ini untuk membalas dendam, melakukan perpeloncoan, pembodohan, dan kekerasan yang kelewat batas. Ini yang harus ditindak tegas. Tapi ndak semuanya oknum kan?
Yang jelas, orientasi alias pengenalan awal dunia kampus sangat diperlukan. Selama panitia dan peserta mampu bekerja sama dan melakukan kegiatan ini dengan pikiran positif, tentu ospek akan menjadi sebuah kegiatan yang menyenangkan.
Ah.. Saya jadi teringat masa-masa ketika saya diospek dulu. Kejadian-kejadian itu kadang bikin saya senyum-senyum sendiri. Terlalu banyak kenangan yang bisa diceritakan. Nah, kalo temen-temen ada kejadian unik yang pernah dialami waktu ospek, boleh deh cerita dikit di sini.
Selamat datang mahasiswa baru 2006!
August 28th, 2006 at 04:22:22 from using Mozilla Firefox 1.5.0.6 on Windows XP
Ospek? Ga seberapa suka.. ikut karena kepaksa, hehe..
August 28th, 2006 at 05:21:58 from using Mozilla Firefox 1.5.0.6 on Windows XP
ospek… jadi inget masa smp, pas disuruh cari pita rambut yg stocknya terbatas, sampe keliling kota. nyebelin deh.
August 28th, 2006 at 07:52:49 from using Opera 9.00 on Windows XP
OSPEK tu cuma buat ajang panitia tebar pesona..
hehehe
August 28th, 2006 at 08:24:14 from using Mozilla Firefox 1.5.0.6 on Windows XP
ya tergantung wonge,,, kok saya malah suka ceramahnya ya? dosen2 psikologi emang ga ada matinya!
August 28th, 2006 at 08:30:28 from using Mozilla Firefox 1.0.7 on Windows XP
Ospek…. hehehe ospek kie opo to zam…? tempat cari cewek ya…??
cowoknya ada gak… *pura2 gak tau*
August 28th, 2006 at 09:03:21 from using Mozilla Firefox 1.5.0.6 on Windows XP
aku ra seneng waktu ospek, isine kesel thok kang… cuman jan’e kiy nek ra melu ospek yo rugi, ra ono kenangan’e.
selain iku tak pikir ospek iku sejatine cuman ajang untuk bersosialisasi dengan lingkungan baru. dadi bagus kok… cuman kalo masalah tugas dan hukuman di ospek aku ra komentar… golek ribut dan ga ada habisnya komentar masalah ngono..
August 28th, 2006 at 10:03:49 from using Mozilla Firefox 1.5.0.5 on Windows XP
di kampusku yang paling semangat ngospek, entah kenapa itu kena kutuk, lulusnya mesti lama! hehehhe
August 28th, 2006 at 10:48:23 from using Mozilla Firefox 0.10.1 on Linux
yen aku tetep ora wae lah…. soale piye-piye ospek ki tetep penuh “rekayasa..”
August 28th, 2006 at 11:03:17 from using Mozilla Firefox 1.5 on Windows XP
ospek katanya udah g jamannya lagi tapi prakteknya ya masih aja ada cm istilahnya lain wong nenek moyang kita kan dulu diospek slm 3.5 abad jd dah tradisi xixixixxii..
August 28th, 2006 at 12:38:55 from using Mozilla Firefox 1.5.0.1 on Fedora Linux
ning nggonku ono sesama maba gelut lo zam, mung gara2 ece2an antar grup. btw sing mlebu kampusku cakep2 ce’e, tp wis do dw munz hahahaha
August 28th, 2006 at 17:20:37 from using Mozilla Firefox 1.5.0.6 on Windows XP
skrg sudah capek euy jadi mahasiswa hihihihi…. mo cari kerjaaaaa, ada lowongan kaga?!
August 28th, 2006 at 17:36:38 from using Opera 9.01 on Windows XP
http://blog.matriphe.com/wp-content/themes/yayi/
nembe ngerti nek themes sing iki judule yayi…
yayi oh yayi… dimana kau kini berada…
August 28th, 2006 at 17:38:06 from using Mozilla Firefox 1.5.0.6 on Windows XP
mau pro atw kontra ttg ospek gua siy udah nggak peduli, toh masa ospek gua udah lewat lagian apa urusannya gua sama ospek2 kaya gitu??
I don’t give a damn for it!
August 28th, 2006 at 19:51:50 from using Opera 9.01 on Linux
dengan segala kekurangannya, menurut saya kegiatan ospek tetap perlu. masalah dibentak2, disuruh melakukan hal2 yg konyol, atau diece/dinyek, anggap saja itu latihan mental supaya kita tidak mudah tersinggung. lagipula, dalam suasana tertekan dan ‘tertindas’ mudah menimbulkan rasa kebersamaan / solidaritas antar maba.
… terkenang masa ospek yang berkesan…
August 28th, 2006 at 21:01:20 from using Mozilla Firefox 1.5.0.6 on Mac OS X
ospek gak mutu… malah menumbuhkan otak kriminal pada maba… hahaha… maba jadi biasa nyontek tugas… hahahahahaha…
August 29th, 2006 at 01:28:38 from using Mozilla Firefox 1.5.0.6 on Windows XP
wakakaka…k potoku ndi..???
August 29th, 2006 at 06:39:19 from using Mozilla Firefox 1.0.7 on Windows XP
tetep setuju diadakannya ospek …. dan ga setuju sama kekerasan dan kesewenang-wenangannya ……
August 29th, 2006 at 10:39:31 from using Netscape 7.1 on Windows XP
Sebenarnya setiap sesuatu yang ada di dunia ini baik dan benar menurut kadarnya masing-masing, asal pas ukuran, proporsi dan tempatnya. Dalam hal ospek, asal semua pihak yang terlibat mendasarinya dengan niat yang positif, tak kira no problem lah…..
Nderek tepang…………..
August 29th, 2006 at 12:25:21 from using Mozilla Firefox 1.0.6 on Windows XP
ya ampyun kyana ospek di fakultas saya paling enak kali ya..
g boleh ada perpeloncoan itu intina hauhauha..
August 29th, 2006 at 20:15:28 from using Mozilla Firefox 1.0.6 on Windows XP
wakakakak *baca komen [ew]*
Yah memang udah turun menurun orang Indo seneng di ospek pelajaran dari nenek moyang, diospek Spanyol, Portugis, Belande, ampe Jepang, duh kasian, disuruh-suruh , di bentak2, yah gimana emang tradisi sih seneng dijajah
Mas mau ngrasain ospek di kampusku? Setahun mas, seminggu pas wiken dari pagi ampe malem, trus Rabu malem ampe jam 2 malem , itu setahun
Kalau saya pribadi, ospek bukan ukuran ketoleransian, secara pas dibawah tekanan ospek, banyak yang cari AMAN. Biar aman menutupi keslahan teman-temannya. Makanya jangan heran klo banyak org yg nutupin kesalahan temannya, dengan rasa toleransi tinggi
Ah ya, mestinya pas kita jadi anak kuliahan, sudah waktunya memutuskan sesuatu sendiri, jangan tergantung dengan orang lain. Punya pendirian sendiri, bukan waktunya lagi diperintah-perintah orang suruh bawa inilah itulah, dan ikut karna DIPAKSA IKUT ^_^
Saya sempat ikut 6bulan dijajah, tapi gak kuat karna setiap dibentak pengen nampar orangnya, gak ada yang berhak melakukan seperti itu. Kita bukan anak SD lagi yang tidak bisa dibilangin secara baik-baik
Kalo mau yg lebih seru kenapa gak bikin outbound secara kebersamaan, ga pake bentak2 , gak ada senioritas, gak ada GAP. Atau bikin Pansy dengan kerjasama tanpa ada yg namanya atasan dan bawahan. Mulailah memanage semuanya dengan kekeluargaan bukannya sistem penjajahan
August 29th, 2006 at 20:54:53 from using Mozilla Firefox 1.5.0.6 on Windows XP
Ospek… dulu saya di BiNus gak terlalu kejam untungnya ^^
Tapi tetep aja seh disuruh bawa macem2 :?
August 30th, 2006 at 00:22:20 from using Mozilla Firefox 1.0.3 on Windows 98
Ospek….walaupun berkesan..tapi tetep itu tak merefleksikan sebuah peradaban akademis…..
August 30th, 2006 at 07:46:09 from using Mozilla Firefox 1.5.0.1 on Windows XP
Terima kasih semua komennya.
Sebagai tambahan, memang OSPEK yang selama ini tertanam dalam benak kita adalah suatu ajang perpeloncoan, pembodohan, dan militerisme. Tetapi saya rasa ndak semuanya kayak gitu. Contohnya saja di komen ini, ada yang “kejam” seperti di ITB (saya punya temen juga di ITB yang bercerita tentang kejamnya OSPEK di sana), tapi ada juga yang nyantai-nyantai.
Sebagai informasi, di kampus saya, bentak-bentakan yang dilakukan panitia, merupakan sebuah bagian dari rencana OSPEK itu. Jadi gini, tim tatib (yang kerjaannya mbentak-mbentak itu) memang diberi wewenang untuk melakukan bentakan dan hukuman. Tetapi tim ini ada dewan pengawas tersendiri, dan setiap kali tatib bekerja ndak bisa seenaknya sendiri.
Tim tatib ini memang diberi wewenang untuk melakukan “intimidasi” dengan harapan maba bisa bersikap kritis dan melawan. Nah, acara puncak dari OSPEK ini adalah ketika maba berani melawan tatib yang menjadi simbol kesewenang-wenangan. Setelah acara puncak itu, semua tatib berbaur dengan maba dan melepas semua atribut “kekerasannya”.
Jadi, tatib ini diset sebagai tokoh antagonis, yang nantinya harus dilawan (dan memang direncanakan seperti itu). La kalo bentakannya ndak garang dan garing, maba mana bisa tergerak? Buktinya saja pas kemarin itu, maba yang melawan juga terkesan ndak “datang dari hati”, cuma ikut-ikutan. Itu pun ndak semuanya, masih ada saja maba yang ndak berani melawan. La pas jaman saya diospek dulu, semua berani ngelawan karena merasa “ditindas”.
Begitulah kira-kira. Jadi saya rasa tergantung pada esensi masing-masing OSPEK. Saya juga ndak setuju dengan OSPEK yag cuma mengedepankan kekerasan fisik (dipukuli, dan sebagainya).
Saya juga mohon komentar lainnya, baik yang pro maupun kontra.
Terima kasih sebelumnya..
August 30th, 2006 at 08:58:56 from using Mozilla Firefox 1.5.0.6 on Windows XP
jadi inget lagu waktu ospek “kingkong kingking ingin makan.. mohon beri kesempatan ….”
hmm ospek itu sbenarnya worth gak yah??
August 30th, 2006 at 11:06:21 from using Internet Explorer 6.0 on Windows XP
ospek? yah, sama dengan komentar pertama, ikut karena terpaksa. sebel liat kakak tingkat yang sok belagu, sok kuasa. tapi emang ada memori asyik dari ospek. tapi yo kuwi, anyel wae yen weruh ospek.
August 30th, 2006 at 11:29:26 from using Mozilla Firefox 1.5 on Windows 98
“La kalo cuma dibentak saja mengkeret, gimana kalo di jalan dipisuhi orang misalnya.” [zam]
nek aku tak pisuhi ganti…. hehehe
iya seeh.. sayang aku dulu ngga ikut ospek.. ikut sehari trus kabur.. lha gimana wong ada kepentingan yang lebih gedhe..
tapi ikut ngospek juga tp yang uni, bukan fakultas..
August 30th, 2006 at 19:13:11 from using Mozilla Firefox 1.0.6 on Windows XP
hehehe…nyebut nama kampus nih zam
eh dulu temen seangkatan sampe boikot loh gamau ikutan, sampe ada yg diculik ke himpunan trus “dikerjain” , entahlah oleh oknum atau bukan, yang pasti saling menutupi.
yah semua soal pilihan sih, ada orang yang seneng ikut ospek ada yang engga, masalahnya, orang yg milih engga ikut suka diCAP ga toleran, ga mau nyatu, sombong, sok elit, gak mau susah.
Padahal tiap orang berhak memilih, toh resiko tanggung masing2x. Saya sendiri gak ada masalah temen-temen yang himpunan atau yang engga baek2 aja
August 30th, 2006 at 21:30:56 from using Opera 9.01 on Windows XP
bagaimana kalau bentakan2 dari tatib tersebut dilawan dengan rasa memaafkan dan menghargai dari maba. bukankah akan menjadi lebih damai
August 30th, 2006 at 22:22:38 from using Internet Explorer 6.0 on Windows 98
dari smp, sma , kuliah ospek terus ada.
sebenarnya ospek tu lucu lagi..kita bs nyeritain kenangan kita diospek pas udah jd senior..
trus gantian ngospek junior..
btw, kok kata kuncinya monyet si
August 31st, 2006 at 00:28:00 from using Mozilla Firefox 1.5.0.6 on Windows XP
Ehehe aku pernah jg nulis tentang ospek
http://sheilla.stickwithyou.net/2006/08/01/ospek-penting-atau-nggak-penting/
August 31st, 2006 at 00:31:43 from using Mozilla Firefox 1.5.0.6 on Windows XP
Duh maap double posting. Komennya gak sopan moso cuman nge-plug doang hehe. Pengalaman menarik pas ospek… nangis sesegukan gara2 dibentak temen sendiri yg ngospekin waktu itu… terus senior, alumni ma anak2 laennya malah jadi sibuk ngebujuk saya. Malu jg klo inget. Hehe.
August 31st, 2006 at 08:02:02 from using Links 2.1pre20 on Gentoo Linux
kalo disini namanya

PDKT
Pengenalan Dunia Kampus Telek******siPengenalan Dunia Konsole dan Terminal
August 31st, 2006 at 14:54:16 from using Mozilla Firefox 1.5.0.6 on Windows XP
ospek sepertinya cuma ajang untuk ngerjain mahasiswa baru.
saya menentang cara-cara yang demikian.
dan memilih tidak ikut waktu ospek dulu
September 1st, 2006 at 08:54:18 from using Mozilla Firefox 1.5.0.5 on Windows XP
hem…gimana ya? kalo dikampus gw sih, jujur buat gw ada manfaatnya. paling ngga’ ya gw bisa kenal sama senior terus dapet kenangan … ada perasaan kebersamaan yang g gw dapet lagi setelah selesai ospek itu …
di kampus gw sih (pengalaman jadi panitia), kalo dibilangin cuma ‘ngerjain’, gw g setuju … soalnya, kalo cuma buat ‘ngerjain’ doang … ngapain cape-cape … banyak pengorbanan(fisik, waktu, emosi, dll). sangat cape jadi panitia lho.
anehnya, masih ada juga maba di kampus gw yang g mw ikut/mengijuti aturan … padahal kalo dibandingin sama foto-foto yang dimuat di post ini … dijaminlah, beda jauh (kalo mengikuti bahasa yang dipake bung zam, ospeknya lebih memanjakan maba).
~curhatColongan
September 1st, 2006 at 14:40:19 from using Mozilla Firefox 1.5.0.6 on Windows XP
Ospek tuh banyak manfaatnya! Setubuh?
)
(zam, banyak binatang berkeliaran neng kene