Kami Masih Butuh Dukungan
July 6th, 2006 - Opinion - Give CommentsBeberapa waktu yang lalu saya sempet chating sama seorang teman. Dia menanyakan saya sedang berada di mana. “Di Posko”, saya jawab. “Loh? Masih ada toh?”, dia menjawab. “La iya lah. Di sini kan masih recovery”.
Kebetulan semalem, sepulang dari posko saya ketemu Dipto. Kami pun makan bareng di sebuah warung Cap Cay di kawasan Sendowo. Kami pun saling curhat masalah relawan dan tetek bengeknya.
“Wah dab, ternyata jumlah relawan yang masih bertahan jumlahnya tinggal dikit. Dan itu nggak terjadi di posko MIPA saja”, Dipto mulai menumpahkan uneg-unegnya. “Aku benernya masih semangat dan mau membantu sodara-sodara kita. La tapi nek aku terus yang turun tangan, isoh modar aku”, Dipto meneruskan gresulo-annya. “Haiya je. Aku jane yo pengen mbantu, cumak situ tau sendiri toh kondisiku gimana. Selain nyambut gawe yang ndak bisa ditinggal, aku juga masih KKN Tanggap Bencana di posko A11“, timpal saya sambil nyruput Cap Cay rebus yang masih panas giras-giras.
“Harusnya relawan tu ya ada semacam pemberi semangatnya gitu, ben do semangat lagi membantu sodara-sodara kita. La nek mbantu-mbantu terus dan ndak ada yang nyokong, ya bisa mati berdiri”, Dipto kembali menimpali. Saya lalu teringat akan program cash-for-work yang digulirkan UGM sejak awal penanganan bencana yang kemudian memunculkan beberapa kontroversi itu.
Kalo saya pikir-pikir lagi, mungkin sikap yang diambil UGM untuk menelurkan program ini ada benarnya juga. Memang dikhawatirkan bergulirnya program ini bisa mengikis sifat kearifan lokal dan kegotongroyongan warga Jogja. Tapi kalo menurut saya sih, perubahan jaman yang menuju era kapitalisme-lah yang mengikis semangat itu, sedangkan program cash-for-work merupakan salah satu efek dari pengaruh paham kapitalisme yang ada sekarang ini. Saya pernah nyonthong masalah ini di sini.
Sekarang gini aja. Nek menurut saya dan Dipto (dan mungkin temen-temen mahasiswa yang jadi relawan atau bisa jadi relawan-relawan lainnya pada umumnya), cash-for-work yang dimaksud bisa berupa dukungan operasional macam transportasi untuk wira-wiri (kendaraan dan uang bensinnya), konsumsi (makan dan suplemen), akomodasi (tempat buat ngaso dan istirahat melepas penat), tools dan alat-alat lain yang dibutuhkan. Kalo buat mahasiswa bisa berupa keringanan akademik, macam dispensasi pelaksanaan ujian (bisa diundur), pemberian penghargaan berupa penyetaraan nilai KKN bagi para relawan, dan dispensasi yang sesuai karena otomatis kegiatan akademis para relawan terganggu. Tentu harus sesuai dengan proporsi dan kemampuan masing-masing.
Jujur saja. Nek misale kita-kita yang ikhlas dan bener-bener rela ini ndak disokong secara materi atau pun bentuk lain, ya kita-kita ini bisa klenger. Ikhlas ya ikhlas, tapi kami kan juga punya kehidupan. Bukan berarti kami mengharap pamrih, sekali lagi kami juga punya kepentingan dan kehidupan masing-masing.
Kalo saja UGM ndak mengerahkan mahasiswa KKN ke lokasi bencana, saya kira ndak semua mahasiswa UGM ini mau membantu program recovery. Mahasiswa mesti pada milih lokasi KKN yang sueger, wenak, gampang-gampang kerjaannya, program penggemukan badan, dan siapa tahu bisa dapet jodoh di sana. Sudah jadi rahasia umum, “witing tresna jalaran saka kuliah kerja nyata”, yang memang bener-bener terjadi pada beberapa rekan yang sudah KKN, dengan pulang KKN badan gemuk dan bawa gandengan. Halah..
Belum lagi sifat semangat di awal, nglokro di belakang, alias hangat-hangat tahi bubur ayam. Awal-awalnya sih, wahh.. Pada ngirim bantuan, sampe posko kewalahan menerima dan terjadi penumpukan-penumpukan. Tapi sayangnya tidak ada follow up yang bagus dari para donatur. Memang jenis bantuannya ndak harus berupa logistik, karena yang dibutuhkan saat ini bukan itu, tetapi dukungan tenaga, material, tools, dan sebagainya masih dibutuhkan.
Masyarakat memang ndak mau terus-terusan dibantu. Mereka ndak mau dicap ndak bisa berdiri sendiri, ndak mandiri, malas, manja, dan sebagainya. Tapi kan mereka tetep masih butuh bantuan kita. Karena itu kita memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan mereka, dengan cara yang baik, sehingga tidak menyinggung perasaan mereka. Kalo ndak mau terima dalam bentuk uang, karena ndak mau disebut pengemis, ya kita bantu dalam segi material, tools, bimbingan psikologis, trauma center, dan tenaga yang lain. Mosok ada toh yang mau nolak bantuan.
Menurut pengamatan kasar penanggung jawab Posko A11, Pak Gatot, dari daerah-daerah yang tertimpa bencana di DIY, ternyata daerah yang semangat untuk bangkitnya paling tinggi adalah daerah yang terkena dampak yang paling parah. Sedangkan mereka yang terkena dampak ringan justru semangat untuk bangkitnya ndak sehebat mereka yang dampaknya parah. Apa kita ndak malu? Keadaan kita lebih baik tapi semangat kita malah nglokro?
La mosok mereka mau tinggal terus-terusan di tenda? Mereka kan juga pengen segera pulih dan ndak mau hidup seperti itu terus. Semangat ini yang kudu terus kita bantu dan kita dukung.
Sekali lagi, ini cuma pendapat saya. Niat saya sih awalnya mo menyampaikan uneg-uneg saja. Siapa tau yang membaca ini jadi tergugah hatinya kembali, dan jangan sampai timbul pikiran, urusan penanganan korban gempa di Jogja sudah selesai, terus perhatian kita kembali ke aktivitas dan egoisme kita masing-masing. Memang, tidak hanya Jogja yang membutuhkan bantuan, tetapi dari kasus Jogja dan Aceh bisa dijadikan pelajaran bahwa pemberian bantuan tidak hanya terjadi pada awal-awal setelah bencana terjadi, tetapi harus terus-menerus dan kontinyu agar pemulihan ini bener-bener selesai dan tuntas tas tas…
Sebagai pemberitahuan saja, selesai masa recovery masih ada masa rehabilitasi. Sehingga masa-masa pemulihan akibat bencana masih panjang. Dan semoga saja, sistem penanganan bencana di Jogja ini bisa menjadi pelajaran dan diterapkan ke daerah-daerah lain jikalau (tanpa mengharapkan) terjadi bencana serupa. Tentu saja harus lebih baik daripada yang diterapkan di Jogja.
Bencana di Jogja memberikan pelajaran berharga buat kita semua. Terutama dalam penanganan dan manajemen penanganan bencana. Sehingga ke depannya kita bisa lebih siap lagi dalam menangani bencana.
Terus bantu dan dukung kami serta sodara-sodara kita yang terkena bencana di Jogja pada khususnya dan Indonesia pada umunya. Karena manusia tidak dapat hidup tanpa saling tolong menolong.
Bangkit terus Jogja!
July 6th, 2006 at 12:38:03 from using Mozilla Firefox 1.0.6 on SuSE Linux
PERTAMA !!! hehehe…. gantian sekarang

yah saya dukung dengan doa saja ya..
July 6th, 2006 at 14:47:06 from using Internet Explorer 6.0 on Windows XP
kedua heheheh
Yo wis kita smua harus saling mendukung
Semangat kita sokong doa
July 6th, 2006 at 19:38:40 from using Mozilla Firefox 1.0.6 on Windows XP
wah setuju pak dhe. wis ora usah peduli omongane wong2 sing ra ngerti kahanan lah. anggere niate dewe apik. Gusti Allah Moho Pirso. Yang terbaik menurut kita belum tentu terbaik menurut mereka dan solusi maksimal belum tentu sebaik solusi optimal. maju terus pa..k. relawan, rela nggak rela harus rela….
July 6th, 2006 at 22:45:19 from using Mozilla Firefox 1.5.0.4 on Windows XP
Salut..
July 7th, 2006 at 00:48:04 from using Opera 9.00 on Mac OS X
zam… selamat berjuang!
July 7th, 2006 at 08:52:51 from using Mozilla Firefox 1.5.0.4 on Windows XP
gempanya emg ga nyampe satu menit,,, tapi buat memulihkan keadaan… perlu waktu yg saaaanggaaat lamaaa
July 7th, 2006 at 09:30:01 from using Mozilla Firefox 0.9 on Windows XP
memang iya, orang kalo bantu2 bencana gitu cuma semusim doang. kalo hot topic di brita udah bukan tentang itu lagi, ya udah, udah dianggap berlalu. well… mungkin karna indonesia kebanyakkan bencana juga kali ya?
btw, zam..
tentang komen.
kamu bukan yang pertamax. ternyata yang pertama dimoderasi… kikiki…
July 7th, 2006 at 10:15:47 from using Internet Explorer 6.0 on Windows XP
mung iso melu prihatin dan turut mendoakan smoga mereka yg terkena musibah diberi kekuatan dan ketabahan. amin.
klo bantuan tenaga, kayaknya blm bisa tp klo materiil alhamdulillah aku sdh ikut berpartisipasi.
zam, blog mu tambah keren tenan. mung aku isih bingung goleki SB ne. opo pancen durung ono yo?
July 7th, 2006 at 10:24:56 from using Mozilla Firefox 1.5.0.4 on Windows XP
Premium..
Skarang lagi beralih ke banjir lumpur. Aneh ya.. Perhatian publik seperti disetir oleh pemberitaan media.
July 7th, 2006 at 12:19:29 from using Mozilla Firefox 1.0.7 on Windows XP
saya bangga punya teman seperti kalian berdua hehehe…. seep. walaupun celelekan tapi hati tetep patriotisme *weks* nyambung gak seh… hehehe… malah binun leh coment.
Zam fotone wis tak updet kae tapi rasah goleki gambarmu wong dirimu gak ikut. jadi liat aja ya…
btw sesuk meneh nek ndodok jangan lepas semua bajunya, buat jaga nek ada kejadian seperti kemarin. hehehe….. untung kamu gak lari keluar yo… ra mbayangke nek dirimu panik trus mlayu metu…. wakakakaka……….
July 7th, 2006 at 14:11:11 from using Mozilla Firefox 1.5.0.4 on Windows XP
begitulah manusia toh? kalo semua orang berpikiran seperti jalan pikiran loe, tentunya negara bisa bangkit cepet ya kan??? yah sayangnya kenyataannya gak gitu… dan gue sendiri pun cuma bisa doa… semangat yaa!!!
July 8th, 2006 at 07:44:25 from using Mozilla Firefox 1.5.0.1 on Windows Server 2003
Hayoooo keep fighting….
July 8th, 2006 at 12:21:13 from using Mozilla Firefox 1.0.7 on Windows XP
hehehe…
sante jam
4JJ1 maha tahu, maha melihat siapa yg iklas, siapa yg cuma seneng di depan…
maha tau siapa yg ngejar nilai doang, maha tau siapa yg ngejar prestise
maha tau juga lho siapa yg pengen cari jodoh!

hihihihihi
July 8th, 2006 at 15:41:58 from using Mozilla Firefox 1.5.0.4 on Windows XP
wekekekeeee…
setubuh… eee setuju maksudnya….
July 8th, 2006 at 16:48:36 from using Mozilla Firefox 1.5.0.4 on Windows XP
media mainkan peranan … dan jogja sudah nggak dapat porsi banyak lagi .. ketutup sama piala dunia ….
edan ya!
July 8th, 2006 at 17:10:48 from using Internet Explorer 6.0 on Windows XP
sejak dia bercokol…
kenapa Selalu Bencana Yang jadi berita…!
apa… bumi indonesia juga menolak?
July 8th, 2006 at 23:15:13 from using Mozilla Firefox 1.5 on Windows XP
Ayooooo!! pokoknya berjuang. Yogya bangkitlah!
btw, ban-channya kereeennnnn… mau dong templatenya hehehhe…
July 9th, 2006 at 05:38:31 from using Opera 9.00 on Windows XP
ok, nih aku kasih D U K U N G A N
*ngasih D U K U
*ngasih D U K U N
*ngasih D U K U N G
July 10th, 2006 at 09:53:55 from using Mozilla Firefox 1.5.0.1 on Windows XP
wah semangat ya bwt relawan disana!!
hebat bgt!!
July 10th, 2006 at 11:55:03 from using Mozilla Firefox 1.5.0.1 on Windows XP
Semoga saja bantuan bisa mengalir terus walaupun tahun demi tahun berlalu, dan bagi yg kena musibah bisa BANGKIT.
July 11th, 2006 at 04:49:48 from using Mozilla Firefox 1.0.7 on Windows XP
ayo maju terus zam jangan patah semangat ….. salut dan bangga punya temen keq gini …..
July 11th, 2006 at 10:05:21 from using Internet Explorer 6.0 on Windows XP
Gusti Allah bakal maringi dalan kanggo menungso sing gelem usaha. maju terus man!! Insya Allah, entar ada jalan lapang yang memudahkan relawan2 dalam bekerja, menolong sesamanya.
aku sedih gak bisa bantu banyak, cuma bisa bantu doa. hiks….
July 11th, 2006 at 11:32:53 from using Internet Explorer 6.0 on Windows XP
Salam kawulo Jogja!
July 13th, 2006 at 12:26:10 from using Mozilla Firefox 0.10.1 on Linux
mas zam…
akhire kasih komen di web nya imel. Yo ana isih kelingan zaman semono SDAMF sing dadi panitiane njenengan, ngerti or aaku isish sebeeel nganti sak yahene margi dhek emben kae dikon joged inul. Rasane isih dongkol yen ketemu, sebel campur wedi campur trauma. Zan…!!!
untung wae bengi dinane, dadine aku wegah joged.!!! MALES tahu Ga seeghh…. !!!!
hagh.. lego wis ngomong terus terang, njur.. ane kethok te pe te pe aruh aruh pas ning ngarep selasar, egh jawabane ngono kae, njelehi banget sii cah siji…!
Yen wis rapopo, yen panas panas kobong kobong yo cedak karo kite kite, wagh menyakitkan…!! mang kite kite makhluk apaan seeh .. tapi tenang saiki wis reda kok.. Btw heheheh jujur wae, moco tulisane njenengan okeh okeh istighfar je.. okeh kata kata *ne* sorry yo.. peace …
walaupun begitu kan ku sering mengunjungi web ini, jarane silaturahmi dowokke umur, lha iyo tho , ^_^ dadi kelingan nada ngomonge si Vito