Simplicity is not Simple

when a simple thing is not simple as its look

Aspek Psikologis Warna

June 29th, 2006 - Matriphedia - Give Comments

Saya tergelitik ketika membaca beberapa komentar pada postingan saya tentang layout baru ini. Ada beberapa yang mempermasalahkan tentang warna dasar yang saya gunakan, pink alias merah muda. Apakah ada yang salah? :-/

Pink. Sering diidentikkan dengan warna cewek, dan gak cocok dipakai oleh para cowok. Dan ternyata masih ada warna lain yang seakan sudah menjadi ciri khas tertentu, misalnya ungu warna janda, dan sebagainya. Saya kadang berpikir, emangnya warna punya jenis kelamin, sehingga bisa disebut warna cewek/cowok atau janda/duda?

Saya sih gak masalah dengan warna apa saja. Selama itu nyaman dan enak dipandang mata, saya suka. Entah itu kuning, ijo lumut, biru laut, biru donker, merah darah, coklat tanah, terserah. Yang penting perpaduannya pas dan nggak bikin mata sakit.

Saya kadang sebel kalo pas liat-liat halaman Friendster, yang kini sudah memiliki fasilitas mengubah tampilan via CSS sehingga pemilik FS bisa memodifikasi tampilan FS-nya sesuai selera, berwarna menyolok mata dan perpaduan warnanya gak jelas. Hitam ketemu biru tua, merah ama kuning, putih ama abu-abu, belum lagi kalo si pemilik FS memasang background berupa gambar gede yang membuat semakin gak jelas tampilannya. Boro-boro mo ngebaca profil, ngeliatnya aja udah males.

Padahal warna tu memiliki aspek psikologis tertentu. Warna memiliki emosi tertentu yang bisa ditunjukkan dengan keserasian warna dengan cara yang benar. Tetapi warna tidak bisa selalu dijadikan pedoman sebagai penunjuk masalah kepribadian si pengguna warna. Selain sisi positif, warna juga memiliki sisi negatif. Everything has 2 sides™! :)>- Beberapa contoh warna dan makna yang terkandung di dalamnya misalnya:

Tetapi sekali lagi, pedoman di atas tidak bisa dipakai begitu saja untuk menunjuk makna dan watak kepribadian seseorang. Warna-warna tersebut akan lebih bermakna bila dipadukan dengan warna-warna lain. Karena setiap warna memiliki emosi tersendiri, ketika kita mencampurkan suatu warna, berarti kita juga mencampurkan emosi kita ke dalam desain kita. Penting untuk mempertimbangkan pemilihan warna dari segi psikologis karena akan berpengaruh pada respon dari pengunjung.

Warna merupakan aspek yang penting dalam desain karena warna adalah hal yang pertama kali dilihat saat kita membuka halaman website. Sehingga penentuan aspek psikologis dan kombinasi warna harus bener-bener diperhatikan. Penggunaan warna yang benar akan memberikan pengaruh yang kuat pada kejelasan pesan yang disampaikan.

Bagi saya, membuat desain sangat dipengaruhi oleh suasana hati dan inspirasi. Inspirasi yang saya dapat biasanya dari lagu-lagu, sekali lagi Do As Infinity :)>-, yang berbahasa Jepang. Walau nggak ngerti artinya, saya justru bisa mengembangkan imajinasi saya menginterprestasikan makna dari lagu tersebut baik dari irama, harmoni, ritme, suara khas sang vokalis, tanpa terpengaruh oleh arti dari lirik dari lagu. Istilahnya lebih bebas. Pesan, inspirasi, dan suasana hati yang dipengaruhi oleh lagu inilah yang hendak saya sampaikan lewat theme weblog ini.

Seperti yang saya bilang tadi, makna dan pesan dari lagu yang saya interprestasikan sendiri ini, kemudian saya tuangkan ke dalam desain. Jika sedang mellow, ya pasti suka mendengarkan lagu-lagu bertempo lambat semacam Field of Dreams. Kalo lagi bersemangat jingkrak-jingkrak biasanya Honjitsu wa Seiten Nari. Saat terharu dan membutuhkan semangat, dengerin Tooku Made. Sehingga bisa dikatakan, soundtrack of my life saya ditunjukkan oleh desain dari weblog saya ini.

Terlepas dari warna favorit kita, terserah kita mau menggunakan warna apa, karena warna yang kita pilih dan kita pakai mencerminkan apa yang hendak kita sampaikan dan kita rasakan. Seperti warna pink yang saya pakai ini. Bukan berarti saya bersifat feminim dan kecewek-cewekan atau lagi mellow, bukan. Karena saya ngerasa warna ini yang cocok menggambarkan suasana hati saya yang sesuai dengan soundtrack of my life saya saat ini, Flower, yang sedang berbunga-bunga. :)>-

Saya sih nggak peduli mo warnanya apa, karena sekali lagi, selama sedap dipandang dan mampu mengekspresikan diri saya, saya akan gunakan warna tersebut. Dan kebetulan aja, warna itu adalah warna pink.

So, bagaimana dengan kamu? Warna apa yang kamu pilih untuk desainmu?

16 Responses to Aspek Psikologis Warna

  1. dental says:

    Saya sadar ketika mendesain lebih mengarah pada warna soft dan banyak melakukan teknik gradasi atau glass dan itu yang menyebabkan style design saya terlihat girly

    Well, maka dari itu saya menghindari warna pink. for real. walaupun pernah explorasi pakai gaya ungu - japan tapi rasanya… bukan gw banget

    nice layout anyway!

  2. Adham Somantrie says:

    yup… warna emang mencerminkan isi kepala kita saat mendesain….

    kalo aku sih defaultnya biru plus grayscale hitam putih… tumben aja beberapa saat ini pake merah, soalnya gak pengen terikat dengan biru. tapi bukannya bosen dengan warna biru loh… soalnya pernah ditantang bikin desain tanpa warna biru, ya aku pilih merah… kalo pake ijo aku belum bisa….

  3. iks says:

    iyah bener kadang warna di profil FS ato blog yg warnanya campur2 apalagi warna yg sama2 kuat ditambah blink2 glitter yg banyak trus tulisan gak jelas udah pasti gak pernah gw baca.

    Klo buat blog yg penting ga bikin sakit mata, tulisan gampang dibaca.

    Klo gw mau warna apa aja yg penting kombinasinya masuk ayo2 ajah. Klo sekarang make warna biru gara2 mobilnya KangMas Webber warna biru :x

    Tapi kalo warna buat blog gw suka banget Merah Marun karena penuh gairah dan agresif *menunjukkan karakter* kekeee :D

  4. goiq says:

    aduh gw suka banget sama warna biru. dan gw emang sependapat dengan maknanya.

  5. Adham Somantrie says:

    wah kalo profil fs, css nya aku samain dengan theme situsku, jadi antara fs dan blog, masih satu theme…. *testing camino ah….

  6. gagahput3ra says:

    hmm….dah pernah baca sih soal ini di buku komputer gitu…dan gw setuju banget sama lo!!! Gw juga gak terlalu peduli sama apalah yang disebut gak cocok….kurang macho dan segala macem…kalo menurut gw bagus ya bagus…. :D

  7. iFa says:

    warna fav mah biru sama putih..
    kalo buat layout blog kayaknya tergantung mood :D

    btw, layoutnya bagus euy.. pas lah kalo suasana hati sedang berbunga2,, hehehe..

    hepi wiken ;)

  8. thuns says:

    aaah kalo aku si tergantung mood saat buat, jadi mo warna apa ajah bisa, no special color in my life lah :D

    btw… untuk warna abu-abu yg sekarang aku pakai:
    “Abu-abu. Bermakna modern, cerdas, bersih, kokoh, masa depan, dan intelektual. Bisa juga berarti umur tua, kesedihan, dan kebosanan.”

    hemmm… sialan gw dikatain tua, pdhl baru 48, wakaka…
    tapi bener sih, lagi sedih & bosan.
    tapi aku ga cerdas, ga bersih, ga kokoh, ga intelek :P
    tapi kalo intelek: item norak tinggi jelek siy iyah! hahaha… *bangga lageeh… goblog*
    eh iya bro,
    ayo kita susun rencana yg ituw…
    mulai skrg lumayan longgar waktuku,
    by email aja OK! tembusan ke chocoluv & wedhouz yah ;)

  9. thestoopid says:

    sok lah…

    ya terserah yg mbikin dong…
    trus kalo bilang pink itu kecewek2an, trus merah itu radikal, deelel…

    aku milih putih abu2 karena aku suka…
    bukan karena yg biar yg ngeliat suka
    that’s it

    thuns: hoi gue diajak dong…
    *memelas!*

  10. nyiell says:

    hidup ini indah penuh dengan warna indah menghiasi sudut kota..
    *lho kok malah nyanyi??*

  11. ilwan says:

    Hmm. iya… bnr juga tuch..
    Tapi ku akui paduan warna blog ini bagus…
    Bukan berarti ku suka pink lho…

  12. deep_track says:

    pink…..dasar orang aneh.
    wakakaka….k.

  13. wedhouz says:

    pink!!! godain kita donk mbak.. eh.. mas.. eh mbak..
    eh… sing bener sing endi ki… :-P

  14. Dikiwinky says:

    Waw pink… **normal**, Hwaaaaaa Ban-chan! **baru heboh** Dah lama ga blogwalking ni zam, sungkem hehehe.

  15. unwinged says:

    “Hitam. Bermakna kekuatan, keanggunan, kemewahan, misteri, kecanggihan, kemakmuran, kepuasan, pengalaman, tegas, keras, kokoh, dan sangat kuat. Tetapi memiliki makna negatif kematian (budaya barat), takut, setan, kesedihan, duka cita, marah, anonim, dan penyesalan.”

    lha kok dalam satu warna bertentangan ya ?

  16. matriphe says:

    #15: Hmm.. Tergantung persepsinya. Bisa menimbulkan kesan positif atau negatif. Kan ‘everything has two sides™’ :)