Simplicity is not Simple

when a simple thing is not simple as its look

Menikmati Panasnya Merapi

May 13th, 2006 - Adventure - Give Comments

Merapi, walau status dan keadaannya semakin kritis ternyata memiliki eksotisme tersendiri yang tidak semua orang dapat menikmatinya. Merapi yang menggeliat dan siap memuntahkan isinya menjadi pemandangan tersendiri bagi warga di sekitar gunung teraktif di Indonesia, bahkan di dunia ini.

Alhamdulillah saya dan beberapa rekan mendapatkan kesempatan menikmati secara langsung eksotisme yang ditawarkan oleh Merapi. Dengan kesabaran dan rasa penasaran, akhirnya semua terpuaskan dalam semalam oleh panasnya suasana karena seorang wanita sang Merapi.

Jumat (12/05) kemarin, saya, Dipto, Bayu, Candra, dan Hadi, menikmati eksotisnya Merapi yang kini sedang berada dalam masa-masa kritis. Rasa penasaran dan semangat petualangan yang lama terpendam ini akhirnya terpuaskan oleh luncuran lava pijar yang mempesona.

Petualangan ini sebenarnya tidak direncanakan sama sekali. Bermula ketika saya bertemu Dipto di depan mushola MIPA. Dipto saat itu keceplosan mengajak saya untuk melihat puncak Merapi. Tanpa pikir panjang, saya pun meng-oke-kannya. Di tempat itu pula kami ketemu Bayu. Ya sudah, setali tiga uang, Bayu pun menyanggupi tantangan ini. Waktu pun ditetapkan, yaitu setelah saya selesai bertugas, jam 9 malam. Kebetulan di tempat tugas saya ketemu Hadi. Ya sudah, Hadi pun diajak sekalian karena beliau ini rumahnya di Pakem. Bukan di RSJ Pakem yang terkenal itu, tetapi di daerah Pakem, salah satu daerah di lereng Merapi. Hadi pun didaulat untuk memberikan pencerahan di daerah yang memang menjadi daerah kekuasaannya itu.

Jam yang ditunggu pun tiba. Tempat kumpul di mushola. Kami ketemu ama Candra di sana. Ya sudah, Candra pun dicangking sekalian. Tim pun terbentuk, yang terdiri dari 5 orang gila dan nekad. Sebelum berangkat, sholat isya dulu, laporan sama Yang Kuasa, memohon perlindungan dan keselamatan.

Karena cacing perut udah bikin kerusuhan, diputuskan untuk memanjakan cacing perut dulu dengan nasi tahu Pak Banci di perempatan Ring Road - Jalan Kaliurang. Tim sempat terpisah karena kurangnya koordinasi. Apalagi baterai ponsel saya low batt sehingga menyulitkan komunikasi. Dengan tenaga baterai yang tersisa, saya memberitahukan posisi terakhir saya kepada anggota tim yang lain. Akhirnya tim pun berkumpul kembali di warung pecel lele Pak Banci.

Benda keramat yang seharusnya dibawa ternyata tidak ada. Ya, kamera digital tidak kami bawa. Punya saya sedang dipinjam adik yang lagi piknik ke Bali. Punya Bayu juga lagi dipinjem. Kita udah berusaha mencari pinjaman tetapi ternyata tidak ada yang bisa meminjamkan barang keramat tersebut. Ya sudah, tanpa benda keramat ini tim akan terus melaju!

Jam 10 tim memulai ekspedisi. Dengan bersepeda motor, kami menuju pos pengamatan Kaliurang. Selain jarak yang relatif dekat, pos ini mudah dijangkau, dan tentu saja bila terjadi sesuatu mudah untuk melakukan evakuasi.

Rute yang ditempuh bukan rute biasa karena kami hendak menghindari pos pungutan retribusi. Dengan melewati jalur alternatif, alias blusukan, yang ditunjukkan oleh Hadi, tim akhirnya sampai di lokasi sekitar jam 11.

Busyet! Kok malah kayak pasar malem ya? Ternyata di sana banyak sekali yang ingin menikmati eksotisme Merapi. Namun sayang, awan tebal menyelimuti sehingga puncak yang ingin dinikmati tidak dapat terlihat meskipun cuaca sangat cerah dan bulan bersinar terang.

Kami pun menunggu. Dan setelah menunggu kira-kira 1 jam, harapan itu akhirnya muncul. Merapi mulai memperlihatkan pesonanya!

Guguran lava pijar dan awan panas terlihat menuju ke arah timur dan barat. Beberapa kali puncak merapi merona merah. Sayangnya kami harus bersabar untuk menikmati indahnya Merapi ini karena awan tebal masih saja menghalangi pandangan kami. Hingga, sekitar jam 1, awan yang menyelimuti puncak Merapi mulai menghilang, dan di sinilah eksotisme yang sesungguhnya terlihat!

Guguran lava pijar merona merah, memecah pucuk Merapi yang merekah. Lava pijar meleleh, mengalir dengan jarak luncuran sekitar 400 meter hingga 1,5 km. Subhanallah.. Sungguh indah! Suasana sedikit mencekam ketika arah guguran menuju ke selatan, ke arah kami. Tetapi untungnya tidak terjadi hal-hal yang ditakutkan. Dan kami bisa melihat dengan jelas lelehan lava yang mengalir melalui celah Geger Boyo.

Kami pun menikmati benar menit-menit mendebarkan dan mempesona ini. Bahkan kami sempat melihat sebuah bintang jatuh, yang menambah indah suasana. Sayang sekali tim terdiri dari cowok-cowok tak berguna. Coba aja ada ceweknya. Pasti akan tambah hot! :D

Tak sia-sia kami menunggu saat-saat mendebarkan ini. Sebuah pengalaman yang luar biasa! Akan tetapi kami masih kurang puas. Karena luncuran lava pijar banyak terlihat di bagian timur, ke arah Deles, Klaten, yang merupakan daerah rawan bencana 2.

Kami pun tak khawatir jika guguran lava atau pun awan panas menuju ke arah kami karena adanya bukit Turgo dan Prawangan yang menjadi tameng, serta Kali Boyong yang akan mengarahkan lava jika lava sampai turun ke Kaliurang. Tetapi untuk berjaga-jaga, semua kendaraan dihadapkan ke selatan, sehingga jika terjadi sesuatu dapat dengan mudah melakukan evakuasi.

Setelah puas menikmati eksotisnya Merapi serta adanya awan tebal yang kembali menyelimuti pandangan kami ke puncak, kami pun turun sekitar jam 2. Sayang sekali kami tidak bisa mengabadikan momen-momen indah ini. Selain karena tiadanya kamera, pakai kamera digital biasa pun hasilnya akan nihil, karena memang jarak obyek sangat jauh dan suasana yang sangat gelap menjadikannya sulit sekali ditangkap oleh kamera digital biasa.

Saat perjalanan turun ini, kami melewati rute blusukan lagi. Di suatu tempat kami pun berhenti sejenak untuk menikmati indahnya kota Jogja yang gemerlap oleh lampu-lampu kota dari atas. Wah, mantab dan romantis!

Sesampainya di Jogja, karena lapar kami pun mampir dulu ke warung burjo guna memanjakan cacing perut kami yang kembali unjuk rasa. Kami pun pulang ke habitat masing-masing jam 3.

Sebenernya kami ingin menikmati kembali eksotisme Merapi dari kawasan Deles, Klaten. Tetapi setelah melihat berita bahwa di kawasan Deles, para warga panik dan melakukan evakuasi, menjadikan tempat ini dihimbau untuk tidak dikunjungi sementara waktu. Apalagi daerah ini ditetapkan sebagai kawasan rawan bencana 2. Bahkan sejak hari ini tadi, status Merapi telah ditingkatkan menjadi awas.

Ah.. Bisakah kami menikmati kembali pemandangan eksotis dan panas tersebut? Sebuah pengalaman yang luar biasa!

16 Responses to Menikmati Panasnya Merapi

  1. wedhouz says:

    moco dadi ngiler mergo kepingin…

  2. Mbah Maridjan says:

    hehehe.. cucuku kamu pinter yah, tenang saja merapi tidak akan apa2 koq, nanti temani saya yah disini..

    comment dari mysyam: dasar cah edan, gak sekalian munggah wae zam neng duwur, menyaksikan secara langsung lava pijar dari dekat. nanti saya dibawakan batu pijar dari merapi yah buat oleh2… hehehe…

  3. wier says:

    wah, sandainya daku masih di jogja, hampir pasti daku mengikuti jejak sampeyan, wong nekad, hehehe. Dulu sempat juga sih niliki merapi nyampe puncak garuda, tapi waktu itu masih tidur ayem tentrem..

  4. iks says:

    zam merapi jadinya kapan meleduknya yah? hawa panasnya udah terasa yah dari jauh gitu…

  5. Gondhez says:

    Nyante wae dhab! Mbah Maridjan wae isih nyante kok..

  6. gonezhar says:

    waaaa asik tuh, kapan2 ajak gw yah… :D :D
    untung kaliurang ga kena tuh

  7. Taqoer says:

    Wuhuy….asiek mleduk..!!

  8. [ew] says:

    aku dari dulu ngga suka yang namana blusukan

  9. deep_track says:

    huhuhu….. hiks :( aku kalah dhisik postinge. wakakaka….k tapi gak masalah. tunggu gebarakan berikutnya dari team VOLCANO HUNTER. wakakaka….k. Lapor Senior! Kapten Deep_Track sudah siap untuk misi Volcano Watch ke Kali Deles. Laporan Selesai.

  10. signal says:

    wis bledug kang!

  11. nyiell says:

    huff.. tadi siang abis dengerin berita ttg merapi..ttg awan panas itu.. serem euy!

  12. &-aank says:

    wah yen merapi “wahing” materiale tekan kampus ra yoo……… *wiiiiiiiiing* tiarap

  13. Taqoer says:

    Kalo mo liat kembang api merapi….di jembatan deket Mc D jelas banget euy!

  14. pepeng says:

    bos…foto2 wedhus gembel di blogku ada….

  15. rizzurant says:

    zam, salam kanggo mbah maridjan …
    sampun kesupen obatipun diunjuk

  16. pepeng says:

    bos,klo mau ambil wedus gembel,ambil aja..tp di-link-kan ya….
    klo mau malah aku krm via email…???/
    klo kurang gede gmbrnya gt lhoo….
    thx lot..